finnews.id – Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Agus Widodo, mendapatkan penugasan baru disebut sebagai calon Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Pencalonan ini sekaligus menandai kenaikan pangkat bagi Agus Widodo yang kini resmi menyandang bintang tiga di pundaknya. Ia menggantikan posisi Komjen Pol. (Purn) Imam Sugianto yang sebelumnya menjabat sebagai orang nomor dua di lembaga telik sandi tersebut sejak April 2025.
Sementara itu, untuk mengisi kekosongan posisi yang Agus tinggalkan, Panglima TNI menunjuk Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo sebagai Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Profil dan Rekam Jejak Agus Widodo
Agus Widodo merupakan Perwira Tinggi (Pati) TNI yang lahir pada 17 Januari 1974 di Bojonegoro, Jawa Timur. Ia mengawali karier militer setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1995. Agus tumbuh besar di korps baret merah atau Komando Pasukan Khusus (Kopassus), sebuah kecabangan elit di jajaran Infanteri TNI AD.
Karier militernya tergolong moncer dengan berbagai penugasan strategis di berbagai wilayah Indonesia. Pada periode 2019 hingga 2021, ia pernah mengemban amanah sebagai Danrindam XII/Tanjungpura. Tak lama berselang, pimpinan TNI menunjuknya menjadi Wadanpuslatpur Kodiklatad untuk memperkuat sistem pelatihan tempur angkatan darat.
Namanya semakin bersinar saat ia menjabat sebagai Komandan Korem 174/ATW di Merauke sejak Januari 2023 hingga April 2024. Setelah berhasil menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Papua, Agus Widodo kemudian masuk ke lingkungan birokrasi pertahanan sebagai Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan pada 28 Mei 2025.
Tugas Berat di Badan Intelijen Negara
Transisi dari Kemhan ke BIN merupakan langkah strategis bagi pemerintah untuk memperkuat deteksi dini terhadap ancaman kedaulatan negara. Selama di Kemhan, Agus Widodo memiliki tanggung jawab besar dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang strategi pertahanan nasional.