finnews.id – Amazon mengambil langkah besar yang berpotensi mengubah peta industri pengiriman global. Raksasa e-commerce ini resmi membuka jaringan rantai pasokan yang telah mendukung operasional mereka selama beberapa dekade untuk digunakan oleh berbagai bisnis lain.
Langkah strategis bernama Amazon Supply Chain Services ini menempatkan perusahaan langsung berhadapan dengan raksasa logistik kawakan seperti United Parcel Service (UPS) dan FedEx.
Melalui ekspansi ini, berbagai perusahaan dari sektor ritel, perawatan kesehatan, hingga manufaktur dapat menggunakan jalur distribusi laut, darat, kereta api, hingga udara milik Amazon untuk memindahkan, menyimpan, dan mengirimkan bahan baku hingga produk jadi.
Fakta Menarik Ekspansi Logistik Amazon
Berikut adalah beberapa detail penting dari peluncuran layanan pengiriman baru milik Amazon:
-
Sistem Pengiriman Terpadu: Bisnis lain dapat memanfaatkan armada Amazon yang mencakup jalur laut, darat, kereta api, dan udara.
-
Pergerakan Saham: Setelah pengumuman ini, saham FedEx dan UPS langsung turun lebih dari 6 persen pada hari Senin (4/5/2026), sementara saham Amazon naik 1 persen.
-
Kekuatan Armada: Amazon memiliki lebih dari 100 pesawat kargo, 80.000 trailer, dan 24.000 kontainer intermodal.
-
Kecepatan Pengiriman: Layanan ini menawarkan waktu pengiriman cepat antara dua hingga lima hari serta kemampuan perkiraan inventaris.
-
Klien Kakap Perdana: Beberapa perusahaan besar seperti Procter & Gamble, 3M, dan American Eagle Outfitters telah menandatangani kontrak awal.
Mengubah Beban Biaya Menjadi Produk Infrastruktur
Melalui pembukaan jaringan ini, Amazon tidak sekadar mencari peluang pertumbuhan baru untuk unit e-commerce mereka, tetapi juga berupaya mengubah fungsi dasar logistik.
“Langkah ini merupakan upaya Amazon untuk mengubah logistik dari beban biaya menjadi produk infrastruktur,” kata Parth Talsania, CEO Equisights Research.
Parth menilai bahwa bagi UPS dan FedEx, hal ini merupakan sebuah peringatan struktural yang serius, terutama pada jalur yang didominasi e-commerce. Di sektor tersebut, Amazon sudah memegang keunggulan dalam hal kepadatan rute, kepemilikan data, serta kecepatan pengiriman.
Target utama ekspansi ini adalah pasar pengiriman bisnis-ke-bisnis (business-to-business). Segmen ini terkenal sangat berharga dan memiliki margin keuntungan yang tinggi karena sifat pengirimannya yang lebih padat, lebih mudah diprediksi, dan berbiaya lebih murah dibandingkan pengiriman langsung ke konsumen.