Home Internasional Heboh! Supertanker Iran Bermuatan Rp3,8 Triliun Lolos Blokade AS, Kini Berlayar ke Indonesia
Internasional

Heboh! Supertanker Iran Bermuatan Rp3,8 Triliun Lolos Blokade AS, Kini Berlayar ke Indonesia

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Pergerakan kapal raksasa asal Iran mendadak jadi sorotan global. Sebuah supertanker pembawa minyak mentah bernilai hampir Rp3,8 triliun dilaporkan berhasil lolos dari pengawasan ketat Amerika Serikat dan kini mengarah ke perairan Indonesia.

Informasi ini diungkap oleh lembaga pemantau kapal tanker, TankerTrackers, yang menyebut kapal tersebut membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah.

Kapal supertanker milik National Iranian Tanker Company (NITC) itu diketahui berhasil menghindari pemantauan United States Navy saat berlayar menuju kawasan Asia.

Kapal dengan identitas HUGE (9357183) terakhir terdeteksi berada di sekitar perairan Sri Lanka lebih dari sepekan lalu.

Saat ini, kapal tersebut dilaporkan telah memasuki jalur strategis Indonesia melalui Selat Lombok dan bergerak menuju wilayah Kepulauan Riau.

Yang membuat kasus ini semakin menarik, kapal tersebut tidak memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret 2026.

AIS merupakan sistem pelacakan wajib bagi kapal untuk memantau posisi dan pergerakan di laut. Dengan mematikan sinyal ini, kapal menjadi jauh lebih sulit dideteksi oleh otoritas maritim internasional.

Langkah ini diduga menjadi strategi untuk menghindari pemantauan saat melintasi jalur penting seperti Selat Malaka.

Peristiwa ini langsung memicu perhatian karena melibatkan:

  • Iran sebagai produsen minyak besar
  • Amerika Serikat yang memberlakukan sanksi
  • Indonesia sebagai jalur strategis pelayaran global

Pergerakan tanker ini dinilai mencerminkan ketegangan geopolitik sekaligus dinamika perdagangan energi global.

Supertanker Iran yang membawa minyak bernilai ratusan juta dolar berhasil lolos dari blokade dan kini berada di jalur menuju Indonesia. Dengan sinyal pelacakan dimatikan, pergerakannya menjadi misterius dan terus dipantau dunia.

Kasus ini menegaskan bahwa jalur laut Indonesia tetap menjadi rute krusial dalam perdagangan energi internasional.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Internasional

Spirit Airlines Resmi Tutup: Jadi Korban Pertama Dampak Perang AS-Iran!

finnews.id – Maskapai penerbangan bertarif rendah asal Amerika Serikat yang sedang bangkrut,...

Internasional

Investasi Rp 1,2 Triliun Masuk IKN, Dorong Ekosistem Kota Pintar dan Fasilitas Modern

finnews.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mencatat perkembangan penting dalam...

Internasional

Dampak Ingkar Janji: Trump Akan Naikkan 25 Persen Bea Masuk Mobil Eropa ke AS

finnews.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengerek tarif...

Internasional

Ekspor Korsel Tumbuh 48 Persen pada April, Ditopang Lonjakan Industri Chip

finnews.id – Sektor perdagangan global kembali menunjukkan gairah yang luar biasa. Ekspor...