Home Nasional Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas di Musim 2026
Nasional

Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas di Musim 2026

Bagikan
Kemenhaj perkuat layanan haji ramah lansia dan disabilitas demi sistem inklusif, aman, dan manusiawi pada musim haji 2026.
Bagikan

finnews.id – Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat kebijakan serta tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang ramah bagi jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya pada musim haji 1447 H/2026 M.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan haji nasional agar lebih inklusif dan berkeadilan. Penguatan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Senin, 13 April 2026.

Fokus pada Layanan Aman, Manusiawi, dan Aksesibel

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa layanan haji harus mengutamakan kualitas, bukan hanya aspek operasional.

“Penyelenggaraan ibadah haji adalah layanan publik strategis yang harus memastikan seluruh jemaah mendapatkan akses yang setara, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Karena itu, layanan kita harus aman, manusiawi, dan aksesibel,” ujar Puji.

Ia menekankan bahwa setiap jemaah berhak mendapatkan pelayanan yang menghormati martabat dan kebutuhan masing-masing.

Jumlah Jemaah Lansia Terus Meningkat

Data penyelenggaraan haji menunjukkan tren peningkatan jumlah jemaah lansia dan penyandang disabilitas setiap tahun. Pada musim haji sebelumnya, tercatat lebih dari 44 ribu jemaah lansia serta ratusan jemaah disabilitas yang membutuhkan layanan khusus.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk menyiapkan sistem pelayanan yang lebih komprehensif dan berbasis kebutuhan.

“Kita tidak bisa lagi melihat pelayanan haji secara umum. Harus ada pendekatan spesifik berbasis kebutuhan jemaah, terutama bagi lansia dan disabilitas yang memerlukan pendampingan lebih intensif,” jelasnya.

Strategi Penguatan Layanan Haji 2026

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenhaj telah menyiapkan sejumlah strategi konkret dalam penyelenggaraan haji 2026, antara lain:

  • Integrasi data kesehatan, istitha’ah, serta kondisi lansia dan disabilitas sejak tahap awal verifikasi
  • Penguatan pelatihan petugas haji terkait pelayanan jemaah berkebutuhan khusus
  • Penyediaan fasilitas mobilitas seperti kursi roda dan jalur prioritas
  • Penguatan sistem pendataan dan monitoring kondisi jemaah
  • Koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk mendukung fasilitas aksesibilitas

Langkah-langkah ini dirancang agar pelayanan semakin responsif terhadap kebutuhan jemaah.

Pendampingan Menyeluruh dari Berangkat hingga Pulang

Pelayanan di lapangan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kedatangan, akomodasi, mobilitas ibadah, hingga proses pemulangan. Selain itu, petugas juga akan memberikan pendampingan intensif bagi jemaah lansia dan disabilitas.

Pendekatan ini memastikan setiap tahapan ibadah berjalan lebih aman dan nyaman.

Komitmen Tingkatkan Pelayanan Berbasis Kemanusiaan

Puji menegaskan bahwa layanan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan merupakan bagian dari transformasi besar penyelenggaraan haji Indonesia.

“Haji bukan hanya soal perjalanan ibadah, tetapi juga pelayanan publik yang harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kita ingin memastikan setiap jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat,” tegasnya.

Target 2026: Layanan Haji Lebih Adil dan Responsif

Kemenhaj juga terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan. Upaya ini bertujuan untuk menghadirkan standar pelayanan yang lebih adaptif dan inklusif.

Penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun sistem layanan haji Indonesia yang lebih responsif, berkeadilan, dan menjangkau seluruh jemaah tanpa terkecuali.

Seluruh jemaah dipastikan mendapatkan hak pelayanan yang sama dalam menjalankan ibadah haji.

Bagikan
Artikel Terkait
Nasional

Hasil Data Terbaru, BPS Temukan 11 Ribu KPM Tak Lagi Layak Terima Bansos!

finnews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan sebanyak 11.014 keluarga penerima manfaat...

Nasional

Sungai Citarum Meluap, 19.408 Warga Dayeuhkolot Terdampak Banjir!

finnews.id – Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa...

Nasional

Kepala BGN Jelaskan Isu Pengadaan Laptop dan Kaos Kaki Rp4 Triliun

finnews.id – Setelah sempat panas dengan polemik motor listrik, Badan Gizi Nasional...

Menaker Yassierli
Nasional

8.389 Pekerja Kena PHK di Awal 2026, Ini Kata Menaker Yassierli

finnews,id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli angkat bicara terkait lonjakan angka pemutusan...