finnews.id – Grup vokal legendaris asal Batak, Trio Ambisi, membuktikan bahwa musik tradisional tetap mampu bersaing di tengah dominasi tren modern.
Berkarier sejak 1980-an, mereka kini justru menemukan daya tarik baru di kalangan penonton muda, terutama melalui penampilan berbagai festival musik nasional.
Perubahan Personel Usia Kepergian Charles Simbolon
Perjalanan panjang grup ini tidak lepas dari perubahan formasi, Setelah kepergian Charles Simbolon pada 2011, posisi tersebut digantikan oleh Eli Marojak Simanjuntak.
Kini Trio Ambisi masih aktif di industri musik tanah air, bersama Andi Situmorang dan Joe Harlen Simanjuntak terus menjaga eksistensi Trio Ambisi di industri musik.
Dikenal sebagai grup musik tradisional Batak, beberapa tahun terakhir mereka mulai aktif tampil di panggung besar seperti Pestapora hingga Soundsfest.
Meski dikenal sebagai grup senior dengan identitas kuat pada musik Batak, penampilan mereka justru disambut antusias oleh remaja dari berbagai latar belakang budaya.
Fenomena ini sempat membuat personel merasa terkejut, mereka tidak menyangka bahwa lagu-lagu yang identik dengan nuansa daerah bisa diterima luas oleh generasi muda.
“Trio Ambisi ini kan bisa dikatakan grup senior Batak, tapi kita sendiri bingung, penonton remaja juga banyak. Bahkan saudara Joe pernah nanya sampai manggil ke panggung,” ungkap Andi Situmorang.
Kunci Keberhasilan Trio Ambisi
Salah satu kunci keberhasilan Trio Ambisi adalah fleksibilitas dalam membawakan repertoar.
Dalam satu penampilan, mereka mengombinasikan lagu berbahasa Batak dengan lagu berbahasa Indonesia, sekaligus menyesuaikan pilihan lagu dengan respons penonton di lokasi.
“Kadang-kadang kita nyanyi itu liat audience juga. Kalau nanti ada yang request lagu atau apa, yang jelas kita sudah persiapkan lagu Batak dan lagu nasional,” kata Andi Situmorang.
Tak hanya itu, mereka juga melakukan inovasi musikal dengan memperluas jangkauan karya.
Trio Ambisi tidak lagi terbatas pada lagu Batak, tetapi juga menghadirkan lagu bernuansa Nusantara, mulai dari Papua, Ambon, hingga Manado. Pendekatan ini, membuat mereka semakin relevan di pasar musik nasional.
“Trio Ambisi memang awalnya di lagu Batak. Tapi kemudian, kita itu membuat juga album nasional, bahkan lagu-lagu Nusantara, kayak dari Papua, Ambon, bahkan sampai Manado,” jelasnya.
Melalui langkah tersebut, Trio Ambisi berhasil bertransformasi dari grup yang identik dengan komunitas tertentu menjadi bagian dari kekayaan musik Indonesia yang lebih luas.
“Mungkin itu yang membuat Trio Ambisi bisa dikenal di belantika musik nasional,” ucapnya.
Mereka menjadi contoh, bahwa musik tradisional dapat berkembang dan diterima lintas generasi tanpa kehilangan identitas aslinya.