Home Nasional Isi Ceramah Jusuf Kalla di UGM Viral, Berbuntut Laporan Polisi
Nasional

Isi Ceramah Jusuf Kalla di UGM Viral, Berbuntut Laporan Polisi

Bagikan
JK saat ceramah di Masjid UGM (ist)
Bagikan

finnews.id – Pernyataan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla soal “mati syahid” dalam ceramah di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada menuai polemik. Video ceramah tersebut viral di media sosial dan berujung laporan ke polisi atas dugaan penistaan agama.

Laporan itu dilayangkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia ke Polda Metro Jaya pada Minggu (12/4/2026) malam.

Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menyebut laporan tersebut juga mewakili sekitar 19 organisasi Kristen yang merasa keberatan atas pernyataan JK.

Dalam video yang beredar, JK membahas konflik bernuansa agama seperti di Poso dan Ambon. Ia menyinggung bahwa kedua pihak yang bertikai sama-sama menganggap tindakan mereka sebagai “syahid”, sehingga konflik sulit dihentikan.

Namun, pernyataan tersebut dinilai sebagian pihak tidak sesuai dengan ajaran Kristen dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Dalam ajaran Kristen tidak ada pembenaran untuk membunuh sesama manusia, bahkan diajarkan untuk mengasihi,” ujar Sahat.

Dugaan Penistaan Agama

Laporan terhadap JK telah teregistrasi di Polda Metro Jaya dengan sejumlah pasal terkait dugaan penistaan agama dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Selain GAMKI, Pemuda Katolik juga ikut melaporkan karena menilai konten ceramah tersebut memicu kegaduhan di masyarakat, terutama di media sosial.

Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, mengatakan laporan ini bertujuan agar situasi tetap terkendali dan tidak memicu konflik lebih luas.

Sebab menurutnya, pernyataan JK yang beredar di media sosial telah memicu kegaduhan hingga memunculkan komentar bernuansa SARA.

“Komentar-komentar di media sosial sudah saling mencaci, menghina dan menyangkut SARA,” katanya.

Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Pihak pelapor berharap JK segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka juga membuka peluang penyelesaian secara damai jika ada permintaan maaf.

“Sebagai tokoh bangsa, kami berharap Pak JK memberikan penjelasan agar tidak terjadi kegaduhan berkepanjangan,” kata Stefanus.

Pihak JK Bantah Tuduhan

Sementara itu, juru bicara JK, Husain Abdullah, membantah tudingan penistaan agama. Ia menegaskan pernyataan JK telah dipotong dari konteks aslinya.

“Setelah ditelusuri, tuduhan itu merupakan hasil pemotongan konteks (context cutting). Kami membantah dengan tegas tuduhan itu,” kata Husain, Minggu (12/4).

Menurutnya, dalam ceramah di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (5/3/2026), JK justru menekankan bahwa tidak ada agama yang membenarkan kekerasan.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks upaya menjelaskan konflik di Poso dan Ambon yang pernah ia bantu damaikan.

“JK menggambarkan usahanya mendamaikan konflik Poso dan Ambon kepada Civitas Akademika UGM. Di mana JK terlebih dahulu meluruskan keyakinan kedua kelompok yang bertikai Islam dan Kristen, bahwa mereka telah bertindak keliru menggunakan jargon agama sebagai alasan pembenar yang menyebabkan ribuan nyawa melayang dari kedua pihak. Dan konflik susah dihentikan,” jelasnya.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Nasional

Kepala BGN Jelaskan Isu Pengadaan Laptop dan Kaos Kaki Rp4 Triliun

finnews.id – Setelah sempat panas dengan polemik motor listrik, Badan Gizi Nasional...

Menaker Yassierli
Nasional

8.389 Pekerja Kena PHK di Awal 2026, Ini Kata Menaker Yassierli

finnews,id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli angkat bicara terkait lonjakan angka pemutusan...

Nasional

Peluang Kampus Swasta Dapat Bantuan Rp650 Juta dalam PP PTS 2026, Simak Cara dan Syarat Pendaftaran

finnews.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kembali membuka Program Penguatan...

Nasional

Gaji Pensiunan PNS April 2026 Tetap Cair, Intip Rincian Nominal dan Daftar Tunjangannya

finnews.id – Pemerintah memastikan proses penyaluran gaji pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN)...