finnews.id – Kabar baik datang dari koridor maritim Timur Tengah. Satu dari tujuh kapal milik Malaysia yang sempat tertahan akibat ketegangan regional akhirnya berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman. Kementerian Luar Negeri Malaysia mengonfirmasi keberhasilan kapal komersial pertama ini pada Selasa, 7 April 2026.
Pencapaian ini bukan sekadar keberuntungan. Keberhasilan tersebut merupakan buah manis dari pertemuan diplomatik intensif antara pemimpin dan menteri luar negeri Malaysia dengan pihak Iran pada Maret lalu. Saat ini, kapal tersebut sedang melanjutkan pelayaran menuju destinasi akhirnya.
Diplomasi Anwar Ibrahim dan Kedutaan Iran
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memainkan peran krusial dalam negosiasi ini. Melalui sambungan telepon pada 26 Maret, Anwar berbicara langsung dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Hasilnya, Teheran memberikan lampu hijau khusus bagi kapal-kapal Malaysia untuk melintasi jalur vital tersebut.
Kedutaan Iran di Malaysia pun memberikan pernyataan emosional melalui platform X.
“Kami telah mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak melupakan teman-temannya,” tulis kedutaan tersebut.
Anwar menegaskan bahwa posisi tegas Malaysia dalam memprotes serangan luar terhadap Iran menjadi faktor penentu. Ia menyebut tidak mudah membujuk Iran untuk membuka jalur di tengah blokade yang sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu.
Detail Muatan dan Target Kedatangan
Meskipun kementerian tidak merinci identitas kapal, data dari LSEG dan Kpler menunjukkan bahwa kapal tersebut merupakan tanker minyak. Kapal ini membawa minyak mentah asal Irak yang disewa oleh unit perusahaan energi nasional, Petronas.
Rencananya, kapal tanker ini akan melakukan proses bongkar muat di Pengerang, Johor, pada pertengahan April mendatang. Langkah ini sangat krusial mengingat Selat Hormuz merupakan urat nadi bagi 40 persen total pasokan minyak Malaysia.
Jaminan Stok Energi Nasional Hingga Juni
Isu keamanan di Selat Hormuz sempat memicu kekhawatiran terkait krisis bahan bakar. Namun, PM Anwar Ibrahim menenangkan publik dengan memastikan bahwa stok energi Malaysia tetap aman, setidaknya hingga Juni tahun ini.
“Untuk saat ini, proyeksi untuk Mei dan Juni menunjukkan mungkin ada beberapa gangguan harga, tetapi mengenai pasokan untuk beberapa bulan ke depan, kami cukup yakin akan hal itu,” ujar Anwar dalam dialog di Kuala Lumpur.
Malaysia menjaga kestabilan ini melalui beberapa strategi: