-
Mengoptimalkan jaringan global Petronas.
-
Menjaga hubungan baik dengan negara-negara penghasil minyak utama.
-
Memaksimalkan produksi LNG domestik.
-
Mengimpor sumber energi dari Australia dan Kanada.
Kebebasan Navigasi dan Biaya Transit
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur perdagangan raksasa yang mengalirkan 25 persen perdagangan minyak dunia. Sejak blokade efektif dimulai, Iran mempertimbangkan penerapan “biaya transit” sebesar US$2 juta bagi kapal yang melintas.
Menariknya, Malaysia mendapatkan perlakuan istimewa. Pemerintah menyatakan bahwa kapal-kapal Malaysia tidak perlu membayar biaya sepeser pun. Selain Malaysia, kapal dari Thailand, Prancis, Oman, dan Panama juga dilaporkan telah mendapat izin melintas secara bertahap.
Malaysia tetap memegang teguh prinsip keselamatan pelayaran internasional.
“Malaysia tetap berkomitmen teguh pada prinsip kebebasan navigasi, keselamatan, dan keamanan pelayaran maritim, sesuai dengan hukum internasional,” tegas Kementerian Luar Negeri.
Hingga saat ini, publik masih menunggu kabar mengenai status enam kapal Malaysia lainnya yang masih berada di kawasan tersebut. Pihak berwenang terus mengupayakan dialog diplomatik agar stabilitas perdagangan tetap terjaga di tengah tantangan regional yang dinamis.