finnews.id – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh aksi jujur sekaligus menggemaskan dari seorang bocah perempuan berusia 9 tahun di China. Bocah tersebut nekat mendatangi kantor polisi setempat untuk menyerahkan diri setelah ketahuan melakukan pengisian saldo atau top-up pada sebuah permainan daring (game) tanpa izin orang tuanya.
Melansir unggahan akun Instagram @mood.jakarta pada Selasa 7 April 2026, rekaman video memperlihatkan sang bocah tengah menangis tersedu-sedu di hadapan petugas kepolisian. Ia mengaku merasa bersalah karena telah menggunakan ponsel ayahnya secara diam-diam untuk membeli sejumlah item di dalam permainan.
“Ayah punya game dan aku pikir game itu seru. Jadi aku memakai uang untuk beli item,” ujar bocah tersebut sambil menyeka air matanya.
Didikan Tegas Sang Ayah
Dalam percakapan yang terekam, petugas polisi sempat bertanya apakah sang ayah sudah melarangnya bermain game selama ini. Dengan jujur, bocah itu mengakui bahwa ia memang tidak meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuanya sebelum melakukan transaksi tersebut.
Menariknya, kedatangan sang bocah ke kantor polisi ternyata merupakan perintah langsung dari ayahnya. Sang ayah sengaja menyuruh putrinya menghadapi polisi sebagai bentuk konsekuensi atas tindakannya. “Dia menyuruhku ke sini dan masuk penjara,” ucap bocah berusia 9 tahun itu dengan polosnya.
Melihat ketakutan sang anak, petugas polisi kemudian berusaha menenangkannya. Alih-alih memberikan hukuman fisik atau kurungan, polisi justru memberikan edukasi mendalam mengenai batasan dalam menggunakan uang dan pentingnya kejujuran.
“Kamu tidak boleh menghabiskan banyak uang untuk game. Terutama jika itu bukan uangmu sendiri. Kamu harus selalu meminta izin orang tua,” tegas petugas polisi dengan nada lembut namun berwibawa.
Banjir Pujian Netizen
Aksi berani sang bocah serta metode mendidik sang ayah ini seketika memanen pujian luas dari warganet. Banyak netizen menganggap cara ini sangat efektif untuk mengajarkan tanggung jawab serta disiplin tanpa perlu menggunakan kekerasan fisik.
“Bapaknya keren dalam mendidik anak, anaknya keren karena mengakui kesalahan, pak polnya keren karena menasihati anak-anak dengan baik,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Warganet lain juga menyoroti sikap patuh sang bocah yang bersedia mendatangi kantor polisi alih-alih mengamuk atau melakukan tantrum. Hal ini dianggap sebagai indikasi bahwa nilai-nilai kedisiplinan sudah tertanam kuat dalam pola asuh keluarga tersebut. Fenomena ini pun menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih mengawasi penggunaan perangkat digital serta transaksi elektronik oleh anak di bawah umur.