finnews.id – Kabar mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sempat menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan guru.
Menanggapi hal ini, Gibran Rakabuming Raka akhirnya angkat bicara dan memberikan penjelasan langsung kepada para tenaga pendidik.
Dalam kunjungannya ke SD Inpres Kaniti, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gibran menyampaikan bahwa pemerintah memahami keresahan para guru PPPK maupun honorer.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Saya tahu masih banyak kekurangan, tetapi ini terus kita carikan solusinya, terutama untuk PPPK dan honorer,” ujar Gibran.
Pernyataan ini menjadi angin segar di tengah isu yang berkembang soal kemungkinan guru PPPK dirumahkan.
Pastikan Tak Ada Guru Dirumahkan
Lebih lanjut, Gibran menekankan bahwa pemerintah berkomitmen agar tidak ada guru yang kehilangan pekerjaan. Koordinasi lintas kementerian pun telah dilakukan untuk memastikan hal tersebut.
Beberapa instansi yang terlibat antara lain:
- Kementerian Dalam Negeri
- Kementerian Keuangan
- Pemerintah daerah setempat
Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi konkret agar tenaga pendidik tetap dapat menjalankan tugasnya tanpa ancaman PHK.
Jangan Sampai PPPK Dirumahkan
Kepala sekolah setempat, Yuliana Nenabu, turut menyampaikan kekhawatiran yang dirasakan pihak sekolah.
Ia menegaskan bahwa jika 10 guru PPPK di sekolah tersebut dirumahkan, maka proses belajar-mengajar akan terganggu secara signifikan.
“Kalau 10 orang dirumahkan, otomatis pendidikan di sini terganggu sekali,” ungkapnya.
Selain membahas nasib PPPK, kunjungan Gibran juga berkaitan dengan peninjauan hasil renovasi sekolah yang telah selesai dilakukan pada 2025 sebagai tindak lanjut arahan Prabowo Subianto.
Revitalisasi ini mencakup:
- Perbaikan 11 ruang kelas lama
- Pembangunan 3 ruang kelas baru
- Fasilitas administrasi dan rumah dinas guru
- Pembangunan unit toilet
Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan kualitas pendidikan semakin meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga memberikan motivasi kepada para siswa agar lebih semangat dalam belajar.
“Sekarang ruang kelasnya sudah bagus. Harus lebih semangat belajar dan jaga fasilitas sekolah,” pesannya.
Saat ini, SD Inpres Kaniti memiliki sekitar 420 siswa, 25 guru, serta didukung tenaga kependidikan yang terus berupaya memberikan pendidikan terbaik.
Isu PHK PPPK memang sempat menimbulkan kekhawatiran, namun pemerintah melalui Wapres Gibran memastikan bahwa langkah-langkah solusi tengah disiapkan. Komitmen untuk tidak merumahkan guru menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan, khususnya bagi tenaga PPPK dan honorer di Indonesia.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, diharapkan kesejahteraan guru meningkat tanpa mengorbankan kualitas pendidikan anak bangsa.