finnews.id – Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, nampaknya tengah mempersiapkan amunisi baru setelah sukses melepas lini Galaxy S26 Series ke pasaran. Kabar terbaru menyebutkan bahwa varian “Flagship Ekonomis” alias Galaxy S26 Fan Edition (FE) mulai menampakkan diri melalui platform pengujian performa, Geekbench.
Kemunculan perangkat dengan nomor model SM-S741 ini mengungkap sejumlah spesifikasi kunci yang bakal menjadi daya tarik utama bagi para pencinta gawai. Mengutip laporan Gizmochina, Jumat (3/4/2026) waktu setempat, ponsel ini membawa peningkatan signifikan pada sektor dapur pacu jika kita bandingkan dengan generasi pendahulunya.
Bocoran data dari Geekbench menunjukkan bahwa Samsung membekali Galaxy S26 FE dengan prosesor deca-core bertenaga. Chipset ini memiliki kecepatan clock mencapai 3,30GHz yang memadukan inti performa tinggi dengan inti efisiensi daya.
Kehadiran GPU Xclipse 950 dalam data tersebut memperkuat indikasi kuat bahwa Samsung menyematkan chipset Exynos 2500 buatan mereka sendiri. Strategi ini sejalan dengan pola Samsung yang memposisikan seri FE sedikit di bawah model flagship utama, namun tetap memberikan performa yang kompetitif untuk menjalankan aplikasi berat maupun gaming.
Hasil pengujian mencatat skor yang cukup impresif, yakni 2.426 poin untuk single-core dan 8.004 poin untuk multi-core. Angka ini menunjukkan lonjakan performa yang nyata, terutama pada kemampuan multi-tasking perangkat yang kini lebih gesit dan responsif.
Adopsi Sistem Operasi Android 17
Satu hal yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan sistem operasi Android 17 pada unit pengujian tersebut. Jika informasi ini akurat, maka Galaxy S26 FE berpotensi menjadi salah satu jajaran smartphone pertama di dunia yang mengadopsi sistem operasi terbaru Google secara langsung saat peluncuran.
Untuk menunjang kinerja sistem operasi yang masif, Samsung juga menyematkan kapasitas RAM sebesar 8GB. Kombinasi perangkat lunak terbaru dan perangkat keras yang mumpuni ini diharapkan mampu memberikan pengalaman pengguna yang lebih mulus dan panjang dari sisi dukungan pembaruan (update).
Meskipun hasil benchmark ini memberikan gambaran awal, para pengamat mengingatkan bahwa skor tersebut bisa saja berubah. Hal ini mengingat pengujian menggunakan versi Geekbench lama dan perangkat yang diuji kemungkinan besar masih berstatus prototipe. Samsung biasanya terus melakukan optimasi perangkat lunak hingga tanggal peluncuran resmi tiba untuk memastikan keseimbangan antara performa mesin dan ketahanan baterai.(*).