Home Nasional Wow! Terjadi 180 Gempa Susulan Guncang Sulut Usai Gempa M 7,6 Bitung
Nasional

Wow! Terjadi 180 Gempa Susulan Guncang Sulut Usai Gempa M 7,6 Bitung

Bagikan
Gempa Bumi
Bagikan

finnews.id – Aktivitas gempa bumi di wilayah Sulawesi Utara masih terus berlangsung setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung. BMKG mencatat ratusan gempa susulan terjadi dalam beberapa jam setelah kejadian utama.

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengungkapkan bahwa hingga Kamis (2/4/2026) sore, jumlah gempa susulan telah mencapai 180 kali.

“Magnitudo gempa susulan bervariasi, mulai dari M 1,7 hingga yang terbesar M 5,8,” jelasnya.

Gempa susulan terbaru tercatat terjadi sekitar pukul 15.51 WIB dengan kekuatan yang dimutakhirkan menjadi M 5,1. Lokasinya berada di laut, sekitar 98 km barat laut Jailolo, dengan kedalaman 10 km.

Jenis Gempa Dangkal Akibat Pergerakan Kerak Bumi

BMKG menjelaskan, gempa yang terjadi termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi. Hasil analisis menunjukkan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault, yang umum terjadi di zona subduksi.

Guncangan gempa susulan dirasakan di beberapa wilayah seperti Jailolo dan Tobelo dengan intensitas III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah.

Dampak Gempa Utama M 7,6

Sebelumnya, gempa utama berkekuatan M 7,6 terjadi pada pagi hari di laut sekitar 129 km tenggara Bitung dengan kedalaman 33 km.

Gempa kuat ini berdampak luas hingga ke beberapa provinsi:

  • Sulawesi Utara
  • Maluku Utara
  • Gorontalo

Di Ternate, intensitas mencapai V–VI MMI, menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah serta memicu kerusakan ringan pada bangunan.

Sementara di Manado, getaran dirasakan cukup kuat hingga membangunkan warga.

Picu Tsunami

BMKG juga melaporkan adanya gelombang tsunami di sejumlah wilayah dengan ketinggian bervariasi, di antaranya:

  • Minahasa Utara: 0,75 meter
  • Belang: 0,68 meter
  • Sidangoli: 0,35 meter
  • Bitung: 0,2 meter

Meski tergolong kecil, fenomena ini tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan wilayah pesisir.

Kerusakan Bangunan Mulai Terdata

Sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi, antara lain:

  • Gedung KONI Sario di Manado
  • Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate

Tim dari BMKG akan diterjunkan untuk melakukan pemetaan dampak gempa, baik secara makroseismik (kerusakan) maupun mikroseismik (aktivitas susulan). Selain itu, alat seismograf portabel juga akan dipasang guna memantau aktivitas gempa secara lebih akurat.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Larangan mengajar 2027 ditakutkan memicu krisis guru besar-besaran. Kebijakan ini terasa seperti "vonis mati" bagi karier guru honorer.
NasionalNews

Peringatan Keras! Larangan Mengajar Guru Honorer Berlaku 2027, DPRD Jatim Teriak

Finnews.id – Jakarta – Kabut tebal mulai membuat masa depan jutaan tenaga...

BareskrimPolri berhasil menahan sebanyak 321 pelaku sindikat Judi Online (Judol) di Gedung Perkantoran di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar).
NasionalNews

321 Pelaku Sindikat Judol Hayam Wuruk Tertangkap, Markas Bergeser

Finnews.id – Jakarta – BareskrimPolri berhasil menahan sebanyak 321 pelaku sindikat Judi...

Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 hanya dua hari, yakni libur nasional pada tanggal 14 Mei dan cuti bersama pada 15 Mei.
Nasional

Libur Kenaikan Yesus Kristus dan Cuti Bersama, Gaji Dipotong atau Tidak?

Finnews.id – Jakarta – Pada Tahun 2026 ini, umat Kristiani akan memperingati...

Nasional

Viral Kiai Usman Ridho Tegur Pemain Keyboard saat Ceramah: Ini Kiai, Bukan Pelawak!

finnews.id – Jagat maya kembali heboh dengan unggahan video yang memperlihatkan sosok...