finnews.id – Lewis Hamilton menghadapi tantangan berat di Grand Prix Jepang 2026 setelah sesi kualifikasi di Sirkuit Suzuka menunjukkan jarak signifikan Ferrari dari para pesaing. Juara dunia tujuh kali itu harus puas menempati posisi keenam, tertinggal dari kedua pembalap McLaren serta rekan setimnya, Charles Leclerc.
Hamilton mengakui bahwa mobil Ferrari masih membutuhkan penyesuaian agar dapat bersaing secara optimal di lintasan yang menuntut performa tinggi.
Hamilton menyebutkan bahwa perbedaan performa yang terlihat pada kualifikasi sebagian besar disebabkan oleh pengaturan energi dan chasis mobil.
“Saya bisa menyaingi Charles di awal lap, tapi kehilangan dua setengah persepuluh detik di straight belakang karena sedikit oversteer dan perubahan algoritma mobil,” ujar Hamilton.
Ia menambahkan, “Kami masih jauh dari para pesaing, dan ini menunjukkan ada pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan.”
Sirkuit Suzuka, yang dikenal sebagai salah satu trek tersulit di kalender Formula 1, menjadi ujian yang cukup menantang bagi Hamilton. Ia menilai pengalaman balap di Suzuka musim ini termasuk salah satu yang paling kurang menyenangkan sejak bergabung dengan Ferrari.
Pembatasan penggunaan energi di beberapa sektor membuat pembalap kesulitan menjaga mobil tetap di batas maksimal. Hamilton menjelaskan, “Memiliki tenaga penuh di seluruh lap akan lebih ideal, tapi aturan saat ini membuatnya sulit untuk balapan yang optimal.”
Selain perbedaan performa mobil, Hamilton juga menyoroti potensi ancaman dari tim McLaren yang mulai memahami penggunaan mesin Mercedes mereka. Hal ini membuat persaingan di Suzuka semakin ketat dan menantang Ferrari untuk menemukan kombinasi optimal antara tenaga mesin dan kestabilan chasis.
“Mereka memiliki mobil yang sangat kompetitif. Jika mereka terus mengoptimalkan mesin, kami bisa ketinggalan,” kata Hamilton.
Hamilton menutup sesi kualifikasi dengan menegaskan bahwa ia telah mengekstrak performa maksimal dari mobil Ferrari saat ini, namun tetap menyadari bahwa hasil tersebut belum cukup untuk menandingi kecepatan pesaing utama.
Balapan di Suzuka diprediksi akan sulit untuk melakukan overtaking, sehingga strategi balapan akan menjadi kunci bagi Ferrari untuk meraih hasil terbaik. Hamilton menyatakan, “Saya tidak tahu persis seperti apa balapannya nanti. Suzuka bukan trek yang mudah untuk menyalip, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin.”
Penampilan Hamilton di Suzuka menekankan tantangan Ferrari dalam menghadapi pesaing utama di musim kedua pembalap Inggris itu bersama tim merah.
Meskipun hasil kualifikasi tidak ideal, Hamilton tetap fokus pada upaya memaksimalkan performa mobil dan mencari peluang terbaik di balapan.
Ke depannya, pengembangan chasis dan manajemen energi akan menjadi faktor penting bagi Ferrari untuk kembali kompetitif dalam perebutan podium di sisa musim 2026.
Referensi: Crash.net