Home Megapolitan DPRD DKI Soroti Manajemen Transjakarta Usai Kecelakaan, Desak Evaluasi Total
Megapolitan

DPRD DKI Soroti Manajemen Transjakarta Usai Kecelakaan, Desak Evaluasi Total

Bagikan
DPRD DKI berharap kenaikan tarif Transjakarta tak lebih dari Rp2.000.
Transjakarta
Bagikan

finnews.id – Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Francine Widjojo, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem manajemen Transjakarta. Desakan itu muncul setelah kembali terjadi kecelakaan yang melibatkan armada transportasi publik tersebut.

“Saya minta Pemprov DKI Jakarta memastikan kecelakaan ini tidak terulang lagi di kemudian hari,” kata Francine di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.

Ia menilai perbaikan manajemen penting dilakukan, termasuk dalam pengaturan penugasan pengemudi. Francine mengusulkan agar sopir dapat mengambil armada dari depo yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka, guna meminimalkan kelelahan sebelum bertugas.

Menurutnya, insiden terbaru yang menyebabkan 24 penumpang mengalami luka ringan akibat guncangan saat tabrakan diduga dipicu sopir berinisial Y yang mengantuk hingga masuk ke jalur berlawanan.

Francine menegaskan kejadian tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi Pemprov DKI dan pengelola Transjakarta. Ia menekankan agar tidak ada lagi sopir yang mengemudi dalam kondisi tidak prima.

“Para sopir tidak boleh mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk. Transjakarta harus memastikan sopirnya selalu berada dalam kondisi prima ketika berkendara,” ujar anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta ini.

Selain itu, ia turut mempertanyakan optimalisasi fungsi command center Transjakarta. Menurutnya, pusat kendali tersebut semestinya dapat dimaksimalkan untuk memantau kondisi pengemudi, termasuk mendeteksi tanda-tanda kelelahan.

Francine juga menyoroti sejumlah armada yang telah dibekali teknologi pengawasan seperti Advanced Driver Assistance System dan Driver Monitoring System. Ia mengingatkan bahwa perangkat tersebut dibeli menggunakan dana publik.

“Peralatan mahal ini dibeli dengan pajak dan pendapatan tarif dari masyarakat yang seharusnya bisa menjamin keselamatan para penumpang di jalanan,” katanya.

Ia menilai kecelakaan di koridor 13 menjadi sinyal adanya persoalan dalam tata kelola armada. Karena itu, ia meminta agar seluruh bus dipastikan telah dilengkapi sistem ADAS/DMS yang berfungsi optimal.

Bagikan
Artikel Terkait
Aturan Buka Puasa di MRT Jakarta Makin Ketat, Jangan Sampai Kena Tegur Petugas di Ramadan 2026
Megapolitan

Aturan Buka Puasa di MRT Jakarta Makin Ketat, Jangan Sampai Kena Tegur Petugas!

finnews.id – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah segera tiba, dan mobilitas warga...

Megapolitan

Mobil Wanita Tabrak Rumah Jusuf Kalla di Kebayoran Baru

finnews.id – Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Brawijaya IV, Kebayoran Baru,...

One way Puncak Bogor hari ini
Megapolitan

Libur Imlek 2026: Puncak Bogor Macet Parah, Simpang Gadog Jadi Titik Lelah

finnews.id – Memasuki puncak libur panjang Imlek 2026, arus lalu lintas menuju...

Megapolitan

Penyebab Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan & Cara Mengaktifkannya di Jakarta

finnews.id – Peserta BPJS Kesehatan PBI Bisa Dinonaktifkan, Ini Penyebab dan Cara...