Catatan Dahlan Iskan

Kolegium MK

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

Oleh: Dahlan Iskan

“Saya tidak mempersoalkan menteri kesehatan. Yang saya lawan UU-nya,” kata profesor ini.

Saya menemuinya Minggu pagi kemarin. Usai berolah raga. Prof Dr dr Johansyah Marzoeki, adalah ahli bedah plastik tertua di Indonesia: 86 tahun.

Anda sudah tahu: Prof Johansyah memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi. Bulan lalu. Akibatnya, konsil kedokteran dan kolegium bentukan Menkes Budi Gunadi Sadikin harus dibubarkan. Harus dibentuk konsil dan kelegium independen –kembali seperti sebelum-sebelumnya.

“Anda ahli bedah plastik pertama di Indonesia?”

“Saya yang kedua. Angkatan kedua itu tiga orang,” katanya. “Ahli bedah plastik pertama kita adalah Prof Munajad Wiryaatmaja dari UI,” tambahnya.

Meski sudah 86 tahun, Prof Johansyah masih sesekali ke Johan Clinic. Masih punya meja di situ. “Kalau tidak ada masalah dengan mata ini, saya masih bisa melakukan operasi plastik,” katanya. “Sekarang yang tiap hari berpraktik di sini anak saya,” katanya.

Ia punya tiga anak: perempuan semua. Yang satu dokter ahli mata, satunya psikolog, dan yang terakhir ahli bedah plastik.

“Berarti yang menangani mata Prof ini anak sendiri?”

“Bukan. Di kalangan dokter berlaku prinsip biar pun anaknya sendiri dokter tidak akan menangani sakitnya orang tua. Biar objektif,” katanya.

Prof Johansyah masih sangat sehat. Jalannya masih tegap. Rambutnya yang ikal dibiarkan agak panjang. Bicaranya masih tegas dan runtut. Tangannya tidak terlihat sedikit pun tremor.

Prof Johansyah juga masih mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Di S-2, S-3, dan di program subspesialis. Ia mengajar mata kuliah filsafat ilmu dan budaya ilmiah.

Sejak dulu saya mengenal Prof Johan lebih sebagai ilmuwan. Sebagai free thinker. Bukan hanya sebagai dokter.

Ia punya prinsip lurus: ilmu kedokteran itu masuk ke ilmu pasti. Bukan ilmu sosial. Artinya: dokter hanya boleh ikut kaidah ilmiah. Berarti dokter harus rasional dan objektif. Dokter harus memegang kebenaran. Kebenaran itu harus berdasar bukti. Untuk itu dokter harus independen.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Impor BBM

Oleh: Dahlan Iskan Indonesia akan impor BBM dari Amerika. Nilainya mencapai USD15...

Catatan Dahlan Iskan

Pertunjukan Darurat

Oleh: Dahlan Iskan Ini perkembangan genting –tidak hanya penting. Serial tulisan dari...

Catatan Dahlan Iskan

IKN Mesir

Oleh: Dahlan Iskan Mesir beruntung: akhirnya dapat presiden baru yang sangat berprestasi:...

Catatan Dahlan Iskan

Tiga Huruf

Oleh: Dahlan Iskan Pindah dari Tarim ke Kairo seperti pergi dari satu...