finnews.id – Harga Emas Jelang Ramadhan 2026: Tren dan Faktor yang Mempengaruhi
Harga emas di Indonesia menjelang Ramadhan 2026 menjadi perhatian banyak kalangan, baik bagi konsumen maupun investor. Pada tanggal 18 Februari 2026, harga emas Antam tercatat mengalami penurunan, berada di level Rp2.878 juta per gram, setelah sebelumnya juga menunjukkan tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, untuk memahami kondisi lebih lanjut, perlu dilihat dari berbagai faktor yang berpengaruh.
Perkiraan Harga Global dan Nasional
Secara global, analis dari LiteFinance memperkirakan harga emas pada tahun 2026 bisa meningkat ke sekitar USD4.870,07 per ons, dengan proyeksi yang lebih optimis mencapai USD7.144 hingga USD8.196,28 per ons. Sementara itu, Bank Dunia memproyeksikan harga emas global tahun 2026 akan mencapai rata-rata USD3.575 per troy ons, dengan kenaikan sekitar 5%, meskipun reli harga emas diperkirakan mulai mereda setelah pertumbuhan yang signifikan pada tahun sebelumnya. Harga emas lokal di Indonesia umumnya mengikuti pergerakan harga global, namun juga dipengaruhi oleh faktor domestik.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Jelang Ramadhan 2026
– Permintaan Musiman: Tradisi masyarakat Indonesia yang sering membeli emas sebagai hadiah, tabungan, atau untuk keperluan ibadah jelang Ramadhan dan Lebaran biasanya meningkatkan permintaan. Namun, seperti yang telah terbukti di tahun-tahun sebelumnya, peningkatan permintaan tidak selalu menjamin kenaikan harga karena ada faktor lain yang lebih dominan.
– Kondisi Ekonomi Global dan Nasional: Ketidakstabilan ekonomi global, gejolak politik, inflasi, dan kebijakan moneter negara-negara besar dapat memengaruhi harga emas sebagai aset “safe haven”. Di Indonesia sendiri, kondisi ekonomi domestik seperti pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan tingkat inflasi juga menjadi pertimbangan penting.
– Harga Emas Global: Pergerakan harga emas di pasar internasional menjadi acuan utama bagi harga emas lokal. Jika harga global naik, maka harga emas di Indonesia cenderung mengikuti, dan sebaliknya.