Catatan Dahlan Iskan

Tarim Bayi

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

Oleh: Dahlan Iskan

Orang-orang Darul Mustofa pun ternyata salat Jumat di masjid umum. Bukan di masjid Darul Mustofa sendiri. Tidak ada salat Jumat di pondok itu. Harus menyatu dengan masyarakat di masjid umum.

Lima menit sebelum acara dimulai, Habib Umar, ulama terbesar di Tarim, masuk masjid. Lewat pintu di dekat mimbar khotbah. Masjid sudah penuh. Rasanya 1.000 orang yang ada di dalam masjid. Saya hitung. Satu baris di masjid itu terdiri dari 70 orang. Lalu ada berapa barisan sampai ke dinding belakang.

Khotbahnya panjang sekali. Khotbah keduanya lebih panjang dari bagian pertama. Total setengah jam sendiri. Semua pakai bahasa Arab –he..he.. ini di Hadramaut.

Bukan Habib Umar yang khotbah. Beliau hanya khotbah sebulan sekali di situ: Jumat terakhir tiap bulan.

Saya di barisan keempat di belakang Habib Umar. Tapi saya tidak ikut berebut bersalaman seusai salat. Kami bergegas ke rumah beliau. Semua orang tahu: setiap habis Jumatan, Habib Umar melakukan ”open house”.

 

Saya diminta duduk di sofa panjang di depan sana. Sofa Arab. Sofa lantai. Habib Umar akan duduk di situ. Di bagian tengahnya. Saya pilih duduk di ujung sofa –siapa tahu ada orang penting yang perlu duduk di sebelah Habib Umar.

Ruang depan rumah Habib Umar pun penuh manusia. Duduk di lantai. Saya hitung: hampir 100 orang. Ruang ini besar: berukuran 12 x 12 meter. Ada 12 kipas angin besar tergantung di langit-langitnya. Semuanya berputar pelan –seperti ingin saling bersentuhan.

Habib Umar tiba di ruangan itu. Banyak yang mencium tangannya. Lalu duduk bersila di sofa. Ada dua ulama penting lainnya yang duduk di sebelahnya. Keduanya memisahkan posisi saya dan Habib Umar.

Beberapa kertas bertulisan Arab disampaikan ajudan ke Habib Umar. Dibaca sesapuan. Ajudan juga menyerahkan HP ke Habib Umar. Ada yang perlu bicara dengan beliau.

Lalu ada bayi dibawa bapaknya ke depan. Diserahkan ke Habib Umar. Dipangku. Dipegang dahinya. Didoakan. Dioleskan sesuatu ke bibir bayi itu. Lalu diserahkan ke ulama di sebelah saya. Didoakan lagi. Baru dikembalikan ke ayah si bayi.

Bagikan
Artikel Terkait
penurunan nilai rupiah sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500. Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah
Catatan Dahlan Iskan

Guncangan Transisi

Oleh: Dahlan Iskan Saya memang perlu merenung panjang sebelum mengangkat anjloknya rupiah...

"Tahu krowak": lambang aplikasi layanan publik milik kabupaten Sumedang. Ada 29 menu di dashboardnya. Mulai dari kas daerah sampai MBG.
Catatan Dahlan Iskan

Tahu Digigit

Oleh: Dahlan Iskan Buah “apel krowak”, Anda sudah hafal di luar kepala:...

Dari SMA itu Nara kuliah di Fisip Unas. Lalu ambil S-2 sosiologi di Valdosta State, Georgia, Amerika
Catatan Dahlan Iskan

Eulogy Lia

Oleh : Dahlan Iskan Astaga. Naratama yang mengungkapkan kembali bagaimana James F....

Pemakaman James F. Sundah sedang berlangsung di New York. Upacara itu berlangsung dua jam, berarti selesai pukul 06.00 pagi ini.
Catatan Dahlan Iskan

Life Wife

Oleh: Dahlan Iskan Ketika Disway pagi ini terbit, pemakaman James F. Sundah...