Home News Sesar Cisadane Ancaman Gempa Baru Jabodetabek  
News

Sesar Cisadane Ancaman Gempa Baru Jabodetabek  

Bagikan
Sesar Cisadane
Bagikan

finnews.id – Sebuah temuan geologi mengejutkan baru-baru ini mengungkap jalur patahan besar yang selama ini tidak terdeteksi di kawasan Jabodetabek.

Patahan yang dinamakan Sesar Cisadane ini diyakini pernah “membelah gunung”, dan para ahli memperingatkan bahwa wilayah metropolitan kini harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi dari sesar ini.

Apa Itu Sesar Cisadane dan Kenapa Penting?

Penelitian bersama antara Badan Geologi Kementerian ESDM, Badan Informasi Geospasial (BIG), dan tim pemetaan profesional menemukan adanya jalur patahan mendatar yang membentang dari Rumpin, Bogor hingga pesisir Tangerang – mengikuti alur Sungai Cisadane.

Para peneliti menggunakan berbagai teknologi canggih — termasuk data seismik bawah tanah dan LiDAR dari drone — untuk melihat struktur geologi yang sebelumnya tersembunyi. Dari data tersebut, ditemukan bukti bahwa patahan ini bukan sekadar retakan biasa, melainkan bekas jalur tektonik yang kuat.

Karena mengikuti alur sungai dan bukti-bukti geologi ini, patahan tersebut dinamai Sesar Cisadane.

Status Potensial Aktif: Tantangan Baru Bagi Jakarta

Meski belum tergolong “aktif” layaknya sesar yang sering memicu gempa besar, Sesar Cisadane dikategorikan sebagai sesar potensial aktif — artinya sesar ini pernah bergerak secara tektonik dan berpotensi kembali bergerak di masa depan.

Pakar geologi menjelaskan status ini berarti:

  • Sesar telah menunjukkan tanda-tanda aktivitas di masa geologi lalu.
  • Namun belum ada rekaman sejarah gempa besar modern di jalur ini yang terekam secara instrumental.

Artinya, meskipun belum menghasilkan gempa besar di era modern, Sesar Cisadane tetap memiliki risiko yang nyata — apalagi jika tereaktivasi di kemudian hari.

Mengapit Jabodetabek: Ancaman Seser Lainnya

Temuan Sesar Cisadane menambah daftar jalur patahan yang mengelilingi wilayah Jabodetabek, termasuk:

Sesar Baribis, yang sebagian jalurnya berada di bawah selatan Jakarta dan Bekasi — dikenal sebagai sesar aktif dengan sejarah gempa besar abad ke-19.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Foto ilustrasi Kereta Api
News

Tragedi di Perlintasan Cilacap: Pengemudi Grand Livina Tewas Terhantam KA Motis Selatan

finnews.id – Suasana siang di Desa Planjan, Kecamatan Kesugihan, mendadak mencekam. Sebuah...

Okupansi kereta api Lebaran 2026
News

Okupansi Tembus 123 Persen, 202 Ribu Pemudik Kembali ke Jakarta Naik Kereta Hari Ini

Finnews.id – Arus balik Lebaran 2026 menggunakan moda transportasi kereta api mencapai...

Darurat Sampah Rinjani! Geopark Usulkan Drone dan Shelter Canggih, Akankah Biaya Mendaki Bakal Naik Lagi?
News

Darurat Sampah Rinjani! Geopark Usulkan Drone dan Shelter Canggih, Akankah Biaya Mendaki Bakal Naik Lagi?

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari Pulau Lombok! Jika Anda pencinta alam...

penambangan batu bara ilegal
News

Bongkar Korupsi Tambang Batu Bara Ilegal di Kalteng, Kejagung Jebloskan Bos PT AKT ke Balik Jeruji Besi

finnews.id – Praktik penambangan batu bara ilegal yang dijalankan PT Asmin Koalindo...