Finnews.id – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah yang diprediksi menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah.
Dua kebijakan utama disiapkan sekaligus: Work From Anywhere (WFA) bagi pekerja serta diskon besar-besaran tiket transportasi umum.
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kelancaran arus mudik dan stabilitas aktivitas ekonomi nasional selama Lebaran 2026.
Pemerintah menilai pola mudik yang menumpuk di hari tertentu menjadi penyebab utama kemacetan ekstrem. Karena itu, skema WFA diterapkan untuk memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat.
WFA Lebaran 2026 akan diberlakukan dalam dua fase, yaitu:
- 16–17 Maret 2026
- 25–27 Maret 2026
Kebijakan ini ditempatkan di sela-sela jadwal libur nasional dan cuti bersama agar tidak terjadi “hari kosong” yang membuat produktivitas nasional terhenti total.
“Kami memberikan fasilitas work from anywhere agar hari-hari yang biasanya kosong bisa tetap produktif, meski masyarakat sudah berada di luar kota,” ujar Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta.
Dengan sistem ini, pekerja dapat mudik lebih awal, bekerja jarak jauh dari kampung halaman, sekaligus menghindari puncak kepadatan lalu lintas.
Libur Panjang Maret 2026, Nyepi & Lebaran
Tahun 2026 menghadirkan fenomena langka: libur panjang beruntun akibat Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh berdekatan. Kombinasi ini menciptakan periode libur nasional yang sangat panjang di bulan Maret.
Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada:
- Sabtu, 21 Maret 2026
- Minggu, 22 Maret 2026
Adapun rangkaian libur dan cuti bersama yang mengapitnya adalah:
- Rabu, 18 Maret: Cuti Bersama Nyepi
- Kamis, 19 Maret: Hari Suci Nyepi
- Jumat, 20 Maret: Cuti Bersama Lebaran
- Sabtu–Minggu, 21–22 Maret: Idul Fitri
- Senin–Selasa, 23–24 Maret: Cuti Bersama Lebaran
Totalnya, masyarakat menikmati tujuh hari libur berturut-turut, yang berpotensi memicu arus mudik masif bila tidak dikelola dengan baik.
Diskon Tiket Transportasi Hingga 30 Persen
Selain fleksibilitas kerja, pemerintah juga menyiapkan stimulus transportasi untuk menekan biaya perjalanan masyarakat.