finnews.id – Kenapa Remaja Gampang Ikut Tren?
Remaja sering kali menjadi kelompok yang paling cepat menangkap dan mengikuti tren, mulai dari gaya berpakaian, musik, bahasa gaul, hingga tren media sosial. Fenomena ini bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa sebab. Ada berbagai faktor psikologis, sosial, dan budaya yang membuat remaja cenderung mudah terpengaruh oleh tren yang sedang populer.
1. Fase Pencarian Jati Diri
Masa remaja adalah periode pencarian jati diri. Pada fase ini, seseorang berusaha mengenali siapa dirinya dan bagaimana ia ingin dipandang oleh orang lain. Mengikuti tren sering dijadikan cara cepat untuk merasa “cocok” dengan lingkungan sekitar dan menemukan identitas yang dirasa aman.
Tren memberikan panduan instan tentang apa yang dianggap keren, modern, atau diterima. Dengan mengikutinya, remaja merasa tidak tertinggal dan lebih percaya diri dalam pergaulan.
2. Kebutuhan Akan Penerimaan Sosial
Remaja memiliki kebutuhan yang kuat untuk diterima oleh kelompok sebaya. Takut dianggap berbeda, aneh, atau ketinggalan zaman membuat mereka cenderung mengikuti apa yang sedang digemari teman-temannya.
Tekanan sosial ini sering kali muncul secara halus, misalnya melalui candaan, komentar, atau perbandingan di media sosial. Akibatnya, mengikuti tren menjadi semacam “tiket” agar tetap diakui dalam lingkaran pertemanan.
3. Pengaruh Media Sosial dan Influencer
Media sosial memainkan peran besar dalam penyebaran tren. Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube menghadirkan tren baru hampir setiap hari. Remaja yang aktif di media sosial terpapar secara terus-menerus oleh konten viral dan figur publik atau influencer yang mereka kagumi.
Ketika seorang idola menggunakan produk tertentu atau mengikuti gaya tertentu, remaja cenderung menirunya karena adanya rasa kedekatan emosional dan keinginan untuk menjadi seperti sosok tersebut.
4. Emosi yang Masih Labil
Secara psikologis, remaja masih berada dalam tahap perkembangan emosi. Mereka cenderung lebih impulsif dan mudah terbawa suasana. Ketertarikan pada tren sering kali didorong oleh emosi sesaat, bukan pertimbangan jangka panjang.