finnews.id – Pihak berwenang India telah memastikan “penanganan tepat waktu” virus Nipah yang mematikan, setelah dua kasus dikonfirmasi di negara bagian Benggala Barat sejak Desember lalu.
“Pengawasan yang ditingkatkan, pengujian laboratorium, dan investigasi lapangan telah dilakukan, yang memastikan penanganan kasus tepat waktu,” kata Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 27 Januari 2026 malam.
Dilaporkan CNA, Kementerian Kesehatan India tidak memberikan detail lebih lanjut tentang dua pasien yang terinfeksi.
“Situasinya terus dipantau, dan semua langkah kesehatan masyarakat yang diperlukan telah diterapkan,” tambah pernyataan tersebut.
Dilaporkan pul, 196 kontak yang terkait dengan kasus tersebut telah dilacak, dan semuanya negatif.
Virus Nipah Menyebar dari Hewan ke Manusia
Virus Nipah menyebar dari hewan ke manusia. Virus ini tidak memiliki vaksin dan tingkat kematiannya berkisar antara 40 hingga 75 persen, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.
Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 setelah menyebar di antara peternak babi di Malaysia. Di India, wabah Nipah pertama dilaporkan di Benggala Barat pada tahun 2001.
Pada tahun 2018, setidaknya 17 orang meninggal akibat Nipah di Kerala, dan pada tahun 2023, dua orang meninggal akibat virus tersebut, juga di negara bagian selatan itu.
Gejalanya meliputi demam tinggi, muntah, dan infeksi saluran pernapasan, tetapi kasus yang parah dapat melibatkan kejang dan peradangan otak yang mengakibatkan koma.
Kelelawar buah adalah pembawa alami virus ini dan telah diidentifikasi sebagai penyebab paling mungkin dari wabah selanjutnya.