finnews.id – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian operasional dengan mengalihkan sejumlah layanan bus akibat genangan air dan aktivitas perbaikan jalan di beberapa titik Jakarta, Sabtu 24 Januari 2026. Pengalihan ini berdampak pada sejumlah koridor utama Transjakarta hingga layanan Mikrotrans.
Layanan yang terdampak genangan di sekitar Halte Pulo Nangka meliputi Koridor 3 (Kalideres–Monas), Rute 3F (Kalideres–GBK), serta Rute 2A (Pulo Gadung–Rawa Buaya). Akibat kondisi tersebut, halte di ruas tertentu tidak dapat dilayani sementara waktu.
“Tidak melayani Halte Jembatan Gantung sampai Halte Pulo Nangka (kedua arah),” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani di Jakarta, Sabtu 24 Januari 2026.
Selain itu, Transjakarta juga mengalihkan layanan Rute 3E (Puri Kembangan–Centraland Cengkareng). Pengalihan dilakukan karena adanya genangan air di kawasan Pasar Pisang hingga Puri Kembangan, yang mengganggu kelancaran operasional bus.
“Arah Puri Kembangan tidak melayani bus stop Pasar Pisang sampai Puri Kembangan. Arah sebaliknya tidak melayani bus stop Puri Kembangan sampai Al Wahab,” ujar Ayu.
Tidak hanya karena genangan, pengalihan rute juga dilakukan akibat pekerjaan perbaikan jalan. Koridor 4, 4D, 6M, dan B25 dialihkan di sekitar Halte Manggarai. Untuk arah Galunggung, bus tidak melayani Halte Manggarai, sementara arah sebaliknya tetap beroperasi normal.
Sementara itu, layanan Mikrotrans JAK 102 (Blok M–Lebak Bulus) turut dialihkan karena adanya pembangunan sistem tata air di Jalan H Nawi. Dengan kondisi tersebut, rute ini tidak melayani bus stop Griya Haji Nawi hingga seberang ITC Fatmawati.
Pengalihan juga berlaku untuk Mikrotrans JAK 08 dan JAK 09 akibat penutupan jalan di sekitar Jalan Belawan. Pada pengaturan sementara ini, arah Benhil/Karet tidak melayani bus stop Badan Penghubung Sulawesi Selatan 1.
Selain pengalihan, terdapat pula layanan yang mengalami pemendekan rute. Mikrotrans JAK 80 (Rawa Kompeni–Rawa Buaya) dipangkas akibat genangan dan banjir di sekitar Jalan Sumur Bor, sehingga hanya melayani rute Rawa Kompeni–Pasar Pisang.