Home News Greenland dan Ketegangan Global: Perang Dunia III di Ujung Mata?
News

Greenland dan Ketegangan Global: Perang Dunia III di Ujung Mata?

Klaim AS Greenland

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Isu terbaru yang ramai dibicarakan di dunia internasional bukan karena Greenland diserang secara militer oleh Amerika Serikat (AS), tetapi karena ketegangan politik dan militer meningkat seputar klaim strategis AS terhadap wilayah tersebut. Beberapa media bahkan mengaitkannya dengan risiko konflik besar seperti Perang Dunia III.

Beberapa negara Eropa termasuk Denmark, Norwegia, Jerman, Prancis, dan Polandia bereaksi kuat terhadap dorongan Presiden AS Donald Trump untuk menguasai Greenland — meskipun Trump kemudian secara terbuka menyatakan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mencaploknya.

Apa yang diincar dari Greenland?

Greenland adalah wilayah semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark yang letaknya strategis di Arktik. Pulau ini memiliki potensi sumber daya alam besar, jalur pelayaran penting karena mencairnya es, dan lokasi strategis untuk pertahanan udara dan misil.

Trump berulang kali menyatakan bahwa AS perlu “memiliki” Greenland demi kepentingan keamanan nasional, dan sempat mengancam dengan kebijakan ekonomi serta meningkatkan tekanan terhadap sekutu NATO yang menolak rencana itu.

Apakah Sudah Ada Serangan Militer?

Tidak. Hingga saat ini belum ada peristiwa nyata yang menunjukkan bahwa AS telah menyerang Greenland. Berita yang benar adalah:

  • AS dan Kanada melalui NORAD mengirim pesawat militer ke Greenland dalam kegiatan bersama yang telah direncanakan sebelumnya dan diklaim sebagai bagian dari kerja sama pertahanan, bukan invasi.
  • Presiden Trump menyatakan secara publik bahwa ia tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland.
  • Pemerintah Denmark dan pihak Greenland mengatakan mereka ingin mempertahankan kedaulatan wilayah mereka dan menolak klaim AS.

Apa Reaksi Dunia? Potensi Perang Dunia III?

Komentar tentang Perang Dunia III muncul karena reaksi kecemasan dan ketidakpercayaan terhadap retorika politik, tetapi secara faktual situasinya lebih tepat disebut sebagai krisis diplomatik dan ketegangan militer, bukan perang nyata.

Bagikan
Artikel Terkait
News

Akhirnya Terungkap! Menkeu Purbaya Buka Suara soal Rencana PPN Tarif Tol

finnews.id – Wacana penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) pada tarif jalan tol...

News

Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,5 Persen di Awal 2026, Ini Faktor Pendorongnya

finnews.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia...

News

JPU Tuntut 5 Terdakwa Kasus Korupsi Tata Kelola Pertamina 2019–2023, Hukuman hingga 12 Tahun Penjara

finnews.co.id – acakan tuntutan terhadap lima terdakwa dalam perkara dugaan korupsi tata kelola...

News

Pajak Mobil Listrik Resmi Berlaku 2026, Begini Cara Menghitung Biaya Balik Nama dan PKB

finnews.id – Pemerintah resmi mengubah kebijakan perpajakan untuk kendaraan listrik. Mulai 2026,...