Home Sports Terabaikan di Crystal Palace: Glasner Frustrasi soal Penjualan Kapten Marc Guehi
Sports

Terabaikan di Crystal Palace: Glasner Frustrasi soal Penjualan Kapten Marc Guehi

Bagikan
Oliver Glasner, Image: @cpfc / Instagram
Bagikan

finnews.id – Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, mengungkapkan perasaan frustrasinya terkait kurangnya dukungan dari manajemen klub. Glasner, yang berasal dari Austria dan berusia 51 tahun, menegaskan bahwa timnya “terabaikan sepenuhnya” setelah penjualan kapten Marc Guehi ke Manchester City sehari sebelum pertandingan Premier League.

Keputusan klub ini terjadi di saat tim baru saja memulai minggu latihan penuh pertama sejak September. Menurut Glasner, waktu penjualan yang mendadak membuat persiapan tim menjadi tidak optimal dan menurunkan moral pemain. Ia menyatakan, “Kami memiliki 12, 13 pemain dari skuad yang tersedia dan merasa tidak ada dukungan sama sekali. Penjualan kapten sehari sebelum pertandingan membuat saya tidak bisa memahami situasinya.”

Dampak Penjualan Pemain Kunci

Sebagai kapten, Marc Guehi memegang peran penting dalam membimbing rekan-rekannya di lapangan dan menjaga semangat tim. Kehilangan figur kepemimpinan di momen kritis membuat Crystal Palace mengalami kesulitan dalam menghadapi pertandingan melawan Sunderland, yang berakhir dengan kekalahan 2-1. Glasner menekankan bahwa pemainnya telah bekerja keras dan menunjukkan karakter yang kuat, tetapi keterbatasan skuad serta penjualan mendadak membuat performa tim terpengaruh.

Glasner juga menyoroti penjualan sebelumnya terhadap Eberechi Eze di musim panas, yang semakin memperparah perasaan terabaikan oleh manajemen. Ia menyebut, “Jika hati Anda dicabik dua kali dalam satu musim, satu saatnya dengan Eze di musim panas, dan sekarang dengan Guehi, apa yang harus saya katakan pada pemain?”

Reaksi dan Spekulasi Masa Depan

Pernyataan Glasner memicu spekulasi terkait masa depannya di Crystal Palace. Mantan kiper Republik Irlandia, Shay Given, menilai komentar Glasner bisa mempercepat kepergiannya, menyebut bahwa kata “terabaikan” adalah salah satu istilah paling kuat yang bisa digunakan manajer. Mantan pemain Manchester City, Nedum Onuoha, menyebut bahwa Glasner tampak telah mencapai titik jenuh, sementara Alan Shearer menambahkan bahwa kritik terbuka terhadap manajemen biasanya hanya berakhir dengan satu kemungkinan: berpisah sebelum kontrak berakhir.

Meski begitu, Glasner menegaskan bahwa ia akan tetap bersama tim hingga akhir musim, menghargai karakter dan usaha pemainnya. “Saya telah mengatakan kepada para pemain bahwa kita harus tetap bersatu. Jika tidak ada dukungan, hanya kita yang harus melakukannya. Hanya kita, kita yang harus bermain,” ujarnya.

Bagikan
Artikel Terkait
Sports

The Mystery Behind Manchester United’s Victory Over Manchester City

finnews.id – Manchester United delivered a surprising result on Saturday night (January...

Jayden Oosterwolde hukuman penjara percobaan
Sports

Jayden Oosterwolde Pernah Tolak Naturalisasi Timnas Indonesia Dijatuhi Hukuman Penjara Percobaan di Belanda

Finnews.id – Pemain bertahan Fenerbahce, Jayden Oosterwolde, resmi dijatuhi hukuman penjara percobaan...

Sports

Bruno Fernandes Tolak Tawaran Liga Arab, Pilih Fokus di MU

finnews.id – Bruno Fernandes menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan Manchester United pada...

Sports

Permintaan Tiket Piala Dunia 2026 Sentuh Angka Setengah Miliar

finnews.id – Antusiasme untuk FIFA World Cup 2026 mencapai rekor baru setelah...