Finnews.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri peringatan Haul ke-85 Pahlawan Nasional Mohammad Husni (MH) Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu 11 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Pramono didampingi oleh Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus Gubernur Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Foke.
Pramono mengapresiasi undangan dari Majelis Kaum Betawi untuk mengenang jasa besar MH Thamrin. Ia menyebut kontribusi tokoh Betawi tersebut sangat krusial bagi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, jauh sebelum negara ini berdiri secara berdaulat.
Kedekatan MH Thamrin dan Bung Karno
Dalam pidatonya, Pramono menceritakan sisi historis hubungan erat antara MH Thamrin dengan Presiden pertama RI, Sukarno. Menurutnya, MH Thamrin merupakan salah satu sahabat terdekat Bung Karno yang rutin menjalin komunikasi, terutama saat Bung Karno berada dalam masa pembuangan oleh penjajah Belanda.
“MH Thamrin adalah tokoh yang menguasai bahasa Inggris dan Belanda, sehingga beliau berbagi peran dengan Bung Karno untuk menyuarakan kepentingan bangsa kepada pihak penjajah,” ujar Pramono. Atas jasa besar itulah, Bung Karno menyematkan gelar Pahlawan Nasional kepada MH Thamrin sejak Juli 1960. Pramono menegaskan bahwa sosok MH Thamrin bukan hanya milik kaum Betawi, melainkan pahlawan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pesan Persatuan dan Semangat Egaliter
Selain mengenang sejarah, Gubernur Pramono Anung memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan penting mengenai persatuan masyarakat Betawi. Ia berharap Majelis Kaum Betawi dapat segera bersatu tanpa adanya perpecahan kelompok di dalamnya.
Pramono memuji sifat egaliter yang menjadi kekuatan utama warga Betawi. Ia menilai ketiadaan sistem monarki seperti raja atau sultan dalam budaya Betawi membuat setiap individu memiliki posisi yang setara. “Kekuatan egaliter ini harus dipersatukan. Jika kaum Betawi bersatu, ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi Jakarta,” imbuhnya.
Di sisi lain, Fauzi Bowo menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur Jakarta dalam acara haul tersebut. Foke menekankan bahwa penghargaan terhadap MH Thamrin tidak boleh berhenti pada seremonial semata. Ia mengaku bangga karena nama tokoh besar Betawi tersebut diabadikan menjadi nama jalan protokol paling utama di jantung ibu kota.