finnews.id – Timbunan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur benar-benar bikin tercegang. Diperkirakan ada ribuan ton sampah di Kawasan tersebut.
Pada hari pertama pembersihan, petugas berhasil mengangkat 450 ton sampah dari Pasar Induk Kramat Jati. Saat ini, diperkirakan masih tersisa sekitar 1.300 ton sampah yang berada di lokasi.
Menurut Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah mengatakan, seluruh sampah yang diangkut langsung dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
“Rencana awal ada 23 truk, tetapi yang beroperasi hanya 20 armada, karena tiga mengalami kendala teknis,” kata Dwi, Jumat, 9 Januari 2026.
Ia menjelaskan, dari 20 armada yang dikerahkan, delapan unit berasal dari Satpel LH Kecamatan Kramat Jati, delapan unit bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, serta empat unit dari Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas LH DKI Jakarta.
Seluruh armada tersebut melakukan total 31 rit pengangkutan. Sebagian truk mampu melakukan dua rit, sementara lainnya hanya satu rit akibat antrean panjang di TPST Bantar Gebang.
Masih Tersisa 1.300 Ton Sampah di Kawasan Pasar Kramat Jati
Dwi mengatakan, saat ini masih tersisa sekitar 1.300 ton sampah di Kawasan tersebut. Menurutnya, kegiatan pembersihan dilanjutkan kembali hari ini dan ditargetkan rampung pada Minggu lusa.
Ia berharap, proses penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Namun, ia menegaskan bahwa kelancaran pengangkutan juga bergantung pada kondisi cuaca di TPST Bantar Gebang.
“Apabila terjadi hujan deras yang disertai angin kencang dan petir, layanan pembuangan sampah di TPST Bantar Gebang akan dihentikan sementara hingga kondisi cuaca kembali normal,” tandasnya.