Home Internasional Tragedi Longsor Sampah di Filipina: Puluhan Pekerja Hilang Tertimbun di Cebu City
Internasional

Tragedi Longsor Sampah di Filipina: Puluhan Pekerja Hilang Tertimbun di Cebu City

Bagikan
Longsor sampah Filipina 2026
Tragedi TPA Binaliw Cebu City, korban gunungan sampah runtuh Filipina, penyebab longsor sampah di Filipina Tengah, pencarian korban hilang di Cebu.Foto:IST
Bagikan

Finnews.id – Bencana mematikan melanda wilayah Filipina bagian tengah setelah sebuah gunungan sampah raksasa runtuh dan menimbun puluhan orang. Insiden yang terjadi di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Binaliw, Cebu City, pada Kamis 8 Januari 2026 sore ini mengakibatkan satu orang tewas dan sedikitnya 38 orang lainnya dinyatakan hilang.

Petugas penyelamat kini tengah berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang diduga kuat tertimbun di bawah tumpukan limbah setinggi gedung empat lantai tersebut. Insiden ini menimpa fasilitas pembuangan sampah yang dikelola oleh pihak swasta, Prime Integrated Waste Solutions.

Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa

Direktur Kepolisian Regional, Brigadir Jenderal Roderick Maranan, mengonfirmasi bahwa satu korban tewas merupakan seorang pekerja wanita yang mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sementara itu, Wali Kota Nestor Archival menyatakan tim evakuasi berhasil menyelamatkan 12 pekerja dalam kondisi hidup dari timbunan sampah.

Longsoran tersebut tidak hanya menimbun manusia, tetapi juga menghancurkan sejumlah bangunan perkantoran di area TPA. Foto udara dari kepolisian menunjukkan gedung-gedung yang berfungsi sebagai kantor administrasi, HRD, dan ruang pemeliharaan hancur total tertimpa beban material sampah yang masif.

Faktor Penyebab Longsor

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti runtuhnya gunungan sampah tersebut. Jason Morata, asisten petugas informasi publik setempat, mengungkapkan bahwa sejumlah faktor alam kemungkinan besar berkontribusi terhadap ketidakstabilan struktur gunung sampah tersebut.

“Kami mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk dua topan besar yang menghantam Cebu pada akhir tahun 2025 serta guncangan gempa bumi yang terjadi sebelumnya,” tutur Morata.

Meski saat kejadian cuaca dilaporkan dalam kondisi baik, dampak akumulatif dari cuaca ekstrem tahun lalu diduga melemahkan fondasi gunungan sampah tersebut.

Operasi Penyelamatan Terus Berlanjut

Salah satu saksi mata sekaligus pekerja kantor, Jaylord Antigua, menceritakan bahwa bencana tersebut terjadi sangat cepat tanpa peringatan apa pun. TPA Binaliw sendiri merupakan fasilitas vital yang memproses sekitar 1.000 ton sampah padat setiap harinya dari Cebu City.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Serangan Arab Saudi di Yaman
Internasional

Kemlu Ungkap Nasib 3 WNI di Yaman Saat Serangan Arab Saudi

finnews.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akhirnya mengungkap nasib tiga warga...

Internasional

Rusia Gabung dengan China-Iran dalam Latihan Perang di Lepas Pantai Afsel

finnews.id – Sebuah kapal perang Rusia tiba di lepas pantai pangkalan Angkatan...

Presiden AS Donald Trump.
Internasional

Dinilai Kooperatif, Trump Batalkan Gelombang Serangan Kedua ke Venezuela

finnews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan gelombang serangan kedua...

Amerika Serikat ingin beli Greenland
Internasional

Ambisi AS Kuasai Greenland: Pemerintahan Trump Bahas Opsi Bayar Warga Rp1,6 Miliar Per Orang

Finnews.id – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah...