Home Internasional Trump Akui Gunakan Hacker untuk Jatuhkan Maduro
Internasional

Trump Akui Gunakan Hacker untuk Jatuhkan Maduro

Bagikan
Trump Akui Gunakan Hacker untuk Jatuhkan Maduro
Trump Akui Gunakan Hacker untuk Jatuhkan Maduro
Bagikan

Finnews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka tabir di balik operasi rahasia yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Dalam pernyataan terbuka, Trump mengakui militer AS menggunakan serangan siber untuk melumpuhkan sistem kelistrikan ibu kota Venezuela, Caracas.

Tujuannya memastikan operasi berjalan tanpa perlawanan. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi senyap agar pasukan AS dapat bergerak tanpa terdeteksi.

“Saat itu Caracas benar-benar gelap. Semua lampu mati karena kemampuan yang kami miliki. Sangat gelap, sangat mematikan,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Senin,5 Januari 2026.

Menurut laporan Politico, pernyataan Trump menandai momen langka ketika Amerika Serikat secara terbuka mengakui penggunaan kekuatan siber untuk menyerang negara lain.

Selama ini, operasi digital semacam itu biasanya dilakukan secara tertutup dan tidak pernah dikonfirmasi ke publik.

Amerika Serikat sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan kapabilitas cyber warfare paling maju di dunia. Baik dari sisi teknologi maupun personel.

Militer AS Ciptakan Jalan Masuk ke Venezuela

Kepala Staf Militer AS, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan operasi tersebut melibatkan sejumlah komando strategis. Mulai dari Komando Siber AS, Komando Antariksa, hingga Komando Tempur Gabungan.

Menurut Caine, kombinasi kekuatan tersebut digunakan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan pasukan AS masuk ke Venezuela dengan hambatan minimal.

“Kami menggunakan berbagai efek untuk membuka jalan masuk,” ujar Caine, tanpa merinci jenis serangan yang dimaksud.

Kelompok pemantau aktivitas internet global, NetBlocks, melaporkan Caracas mengalami pemadaman internet total sejak Sabtu dini hari, bersamaan dengan padamnya listrik di kota tersebut.

Ini bukan kali pertama Venezuela menuding Amerika Serikat berada di balik serangan digital. Pada bulan sebelumnya, perusahaan minyak nasional PDVSA melaporkan serangan siber yang menyebabkan operasional produksi minyak mereka terhenti total.

Bagikan
Artikel Terkait
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Internasional

Zelenskyy: Pembicaraan Lanjutan Ukraina dan AS Akan Bahas ‘Isu-isu Paling Sulit’

finnews.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pembicaraan lebih lanjut antara tim...

Internasional

PBB Tuduh Israel Terapkan ‘Apartheid’ di Tepi Barat

finnews.id – PBB menyatakan diskriminasi dan segregasi terhadap warga Palestina oleh Israel...

Internasional

AS Sita Kapal Tanker Berbendera Rusia yang Terkait dengan Venezuela

finnews.id – Amerika Serikat (AS) menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia...

Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami.
Internasional

Panglima Militer Iran Akan Balas Ancaman Trump dan Netanyahu

finnews.id – Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami menegaskan, Iran tidak akan...