finnews.id – Kazuyoshi Miura, pesepak bola tertua di dunia, kembali menarik perhatian publik setelah menandatangani kontrak pinjaman dengan Fukushima United hingga Juni 2026. Kesempatan ini membuat Miura bisa tampil kembali di J.League, termasuk ketiga divisi utama sepak bola Jepang, untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.
Karier Panjang King Kazu di Dunia Sepak Bola
Miura, yang akan genap berusia 59 tahun pada Februari, memulai kariernya bersama Santos di Brasil pada 1986. Sejak saat itu, ia telah mencatat sejarah unik sebagai pemain yang mampu mempertahankan kariernya hingga hampir enam dekade. Meski pada musim lalu gagal mencetak gol dalam tujuh penampilan dengan total 69 menit bermain untuk klub divisi empat Atletico Suzuka, semangat Miura tidak pernah pudar.
“Passion saya terhadap sepak bola tidak berubah, tidak peduli berapa usia saya,” ujar Miura menjelang musim ke-41 kariernya. “Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan ini. Saya berjanji akan bermain sepenuh hati dan memberikan kontribusi terbaik. Mari kita buat sejarah bersama!”
Rekam Jejak Internasional dan Klub
King Kazu tidak hanya dikenal di Jepang. Ia juga sempat bermain di Italia, Kroasia, dan Australia sebelum menandatangani kontrak dengan Yokohama FC pada 2005. Namun, sejak 2020, Miura belum mencatatkan satu menit pun bagi klub tersebut. Sepanjang karier internasionalnya, ia mencetak 55 gol dari 89 pertandingan untuk tim nasional Jepang, meski sempat absen dari skuad untuk Piala Dunia 1998, yang merupakan penampilan perdana Jepang di turnamen tersebut.
Sejak 2022, Miura telah menjalani empat kali peminjaman dari Yokohama FC, dan kini kesempatan bermain bersama Fukushima United menandai babak baru dalam kariernya. Meski Fukushima hanya menempati posisi ke-10 dari 20 tim di divisi tiga musim lalu, Miura siap menghadapi tantangan baru dan membuktikan kemampuannya sebagai pesepak bola tertua yang masih aktif bermain.
Ambisi dan Tantangan di Usia Hampir 60
Miura pernah menyatakan ambisinya untuk bermain hingga usia 60 tahun, dan langkahnya kali ini menunjukkan tekad yang kuat untuk terus berkompetisi di level profesional. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Miura tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda dan penggemar sepak bola di Jepang maupun dunia.
Kembalinya Miura ke J.League bukan hanya soal catatan umur, tetapi juga tentang dedikasi, disiplin, dan cinta terhadap sepak bola. Setiap pertandingan yang dijalani Miura menjadi bukti bahwa usia hanyalah angka, sementara semangat dan kualitas tetap menentukan prestasi.
Referensi: