Finnews.id – Presiden Prabowo Subianto kembali mengangkat persoalan besar yang sudah lama menggerogoti Indonesia: korupsi dalam anggaran negara.
Prabowo menegaskan tidak ada kebijakan besar apa pun. Termasuk sektor Pendidikan yang bisa berhasil jika masih banyak kebocoran dana.
“Saya bertekad untuk benar-benar memberantas korupsi dari Indonesia.”
Pidato ini mendapat sorotan public. Karena Prabowo tidak hanya berbicara secara umum, tetapi memberikan peringatan langsung kepada para pembantunya di kabinet.
Prabowo mengakui negara telah mengalokasikan 20% APBN untuk pendidikan—porsi terbesar dibandingkan sektor mana pun, termasuk pertahanan yang selama ini dikenal memiliki anggaran besar.
Namun, besarnya angka tersebut tidak menjamin hasil yang optimal.
Prabowo menyebut sengkarut korupsi sebagai akar persoalan:
“Anggaran kita dirongrong, ada mark up di mana-mana.”
Presiden Beri Peringatan Serius
Dalam pernyataan yang menggemparkan, Prabowo meminta seluruh menteri dan kepala lembaga untuk melakukan pengawasan internal secara ketat.
Ia menegaskan mengetahui praktik-praktik curang yang terjadi.
“Jangan kira saya tidak tahu. Barang harga Rp 10 juta dinaikkan 150 kali. Ini tidak bisa dibiarkan,” imbuhnya.
Prabowo mengingatkan dirinya tidak akan ragu bertindak jika ada pejabat yang ketahuan memainkan anggaran negara.
Dalam penutup pidatonya, Prabowo kembali menegaskan anggaran negara bukanlah milik pejabat, melainkan amanah bagi masyarakat.
Ia menyebut dana pendidikan sangat krusial—untuk fasilitas sekolah, kesejahteraan guru, dan masa depan generasi bangsa.
“Jangan mencuri uang rakyat! Kita butuh itu semua,” pungkasnya.
- instruksi Prabowo awasi pejabat kementerian
- komitmen pemerintah memberantas korupsi 2025
- korupsi anggaran Pendidikan
- mark up anggaran pendidikan era Prabowo
- pengawasan anggaran kementerian
- peringatan Prabowo kepada menteri soal korupsi
- pidato Hari Guru Nasional Prabowo Subianto
- Prabowo berantas korupsi
- Prabowo Minta Menteri Perketat Pengawasan