Home News TERUNGKAP! Formula UMP 2026 Disetujui Prabowo, INI BOCORANNYA
News

TERUNGKAP! Formula UMP 2026 Disetujui Prabowo, INI BOCORANNYA

Bagikan
TERUNGKAP! Formula UMP 2026 Disetujui Prabowo, INI BOCORANNYA
TERUNGKAP! Formula UMP 2026 Disetujui Prabowo, INI BOCORANNYA
Bagikan

Finnews.id – Pemerintah resmi menyiapkan pola baru perhitungan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menyetujui penggunaan formula baru yang tidak lagi berbasis satu angka persentase seperti tahun sebelumnya.

Informasi ini disampaikan Yassierli setelah menghadiri rapat terbatas bersama Presiden di Istana Negara, Kamis, 27 November 2025.

“Sudah dibahas sekilas. Satu angka itu tidak cukup menyelesaikan masalah disparitas. Karena itu kami usulkan model rentang, dan Presiden menyetujuinya,” jelas Yassierli.

Sebelumnya, UMP ditentukan memakai satu angka nasional yang berlaku sebagai acuan umum.

Namun menurut pemerintah, metode ini tidak mampu mengatasi kesenjangan ekonomi antar daerah—sehingga konsep range atau rentang kenaikan dipilih sebagai alternatif.

Rentang tersebut akan menjadi batas atas dan bawah kenaikan upah yang boleh ditetapkan oleh tiap daerah. Detail angka rentangnya masih menunggu finalisasi.

Kepala Daerah Jadi Penentu Akhir UMP

Dalam skema baru, pemerintah pusat tidak lagi memaksakan satu formula kaku. Pusat hanya memberikan panduan komprehensif. Sedangkan penetapan final berada di tangan pemerintah daerah masing-masing.

“Pusat hanya menyediakan panduan. Detail perhitungannya nanti diputuskan oleh Dewan Pengupahan Daerah,” ungkap Menaker.

Faktor yang Harus Dihitung Kepala Daerah:

  • pertumbuhan ekonomi regional,
  • tingkat inflasi daerah,
  • rekomendasi Dewan Pengupahan Daerah,
  • serta jarak antara kebutuhan hidup layak dan upah saat ini.

UMP 2026 Dipastikan Lebih Fleksibel dan Adaptif

Model baru ini dirancang agar penetapan upah tidak lagi memukul rata seluruh provinsi. Dalam praktiknya, daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi diperkirakan dapat memberikan kenaikan lebih besar dibanding provinsi yang masih berjuang menekan inflasi.

“Daerah akan menentukan sesuai kondisi ekonomi, inflasi, dan kebutuhan hidup layak di wilayah mereka,” jelas Yassierli.

Dengan formula baru tersebut, pemerintah berharap UMP 2026 lebih adil, realistis, dan sejalan dengan dinamika ekonomi masing-masing provinsi.

Bagikan
Artikel Terkait
News

PDIP Bongkar Data APBN 2026: Rp223,5 Triliun Anggaran Pendidikan Lari ke Program MBG

finnews.id – Polemik mengenai asal-usul dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya...

News

Kuota Hangus Digugat ke MK, Telkomsel Buka Suara: Paket Pulsa Tidak Sama dengan Token Listrik

finnews.id – Isu kuota internet hangus kembali jadi perbincangan. Kali ini, sistem...

News

TANPA BASA-BASI, KPK Sidik Tim Sukses Kasus Korupsi Bupati Sudewo

finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berupaya memperdalam penyelidikan dugaan kasus...

BPOM Awasi Takjil Ramadan 2026
News

Masyarakat Diimbau Selektif! BPOM Temukan Takjil Berbahaya Mengandung Pewarna Tekstil

Finnews.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mulai memperketat pengawasan...