Home Internasional Perkembangan Baru Negosiasi Damai Ukraina–Rusia
Internasional

Perkembangan Baru Negosiasi Damai Ukraina–Rusia

Bagikan
Negosiasi Damai Ukraina-Rusia
Negosiasi Damai Ukraina-Rusia, Image: Geralt / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Negosiasi damai Ukraina-Rusia muncul sebagai isu yang kembali memanas dalam beberapa hari terakhir. Ukraina akhirnya memberi sinyal mendukung inti rencana Amerika Serikat untuk menghentikan perang, setelah revisi pada proposal awal. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump menyebut ada kemajuan dan ia segera mengirim utusan khusus ke Moskow untuk melanjutkan pembahasan dengan Presiden Vladimir Putin. Oleh karena itu, banyak pihak menilai bahwa momen ini berpotensi menjadi titik balik dalam upaya mengakhiri konflik yang berjalan lebih dari dua tahun.

Sikap Ukraina Mulai Mengarah ke Kompromi

Proposal AS awalnya terlalu terkesan berat sebelah, sehingga negosiasi damai Ukraina-Rusia sempat dipandang sebagai tekanan sepihak terhadap Kyiv. Namun situasi berubah setelah revisi. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan bahwa Ukraina siap bergerak maju dengan kerangka baru tersebut. Ia juga menegaskan bahwa masih ada beberapa poin sensitif yang harus mereka kaji, tetapi arah pembicaraan kini lebih realistis bagi Ukraina.

Selain itu, seorang pejabat Ukraina memberi pernyataan bahwa Ukraina mendukung inti dokumen modifikasi tersebut, dan langkah ini dianggap menunjukkan perubahan sikap dari keberatan menjadi penerimaan terbatas. Andriy Yermak, kepala staf Zelenskyy yang memimpin negosiasi di Jenewa, juga mengatakan bahwa jaminan keamanan yang diusulkan tampak lebih solid.

Respons Rusia Masih Berjarak

Walaupun perkembangan baru terjadi, negosiasi damai Ukraina-Rusia belum membuat Rusia bergerak cepat. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menegaskan bahwa Moskow belum menerima versi final yang telah direvisi. Ia menyampaikan peringatan bahwa isi kesepakatan harus sesuai semangat yang sebelumnya disetujui pada pertemuan Trump dan Putin di Alaska.

Tambahan lagi, laporan yang muncul dari Moskow menyebut bahwa Rusia tidak puas dengan beberapa perubahan penting. Bagian yang dihapus meliputi pembatasan ukuran militer Ukraina, larangan menjadi anggota NATO, dan kewajiban menarik mundur pasukan dari wilayah Donbas.

Koalisi Barat Berupaya Menjaga Tekanan Diplomatik

Saat AS menyeimbangkan posisi Ukraina dan Rusia, pemimpin koalisi Barat memperkuat dukungan. Emmanuel Macron dan Keir Starmer memimpin pertemuan virtual bersama Zelenskyy dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Dalam forum tersebut, negara pendukung sepakat membentuk gugus tugas untuk memperjelas jaminan keamanan jangka panjang bagi Kyiv.

Selain dukungan politik, diskusi tentang rekonstruksi pascaperang juga bergerak cepat. Uni Eropa tengah berupaya menyelesaikan sikap hukum terkait pemanfaatan aset Rusia yang sejak 2022. Berdasarkan laporan internasional, rencana yang berkembang memecah dana tersebut menjadi dua bagian: pembangunan Ukraina dan investasi Amerika Serikat bersama Rusia, sesuai rancangan Trump.

Situasi Lapangan Masih Panas Meski Diplomasi Berjalan

Ironisnya, negosiasi damai Ukraina-Rusia berlangsung di tengah intensitas serangan di Kyiv. Serangan udara terbaru yang dari Rusia menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil dan merusak infrastruktur energi. Zelenskyy menyebut tindakan ini sebagai langkah yang tidak menghormati proses perdamaian yang sedang berlangsung.

Jalan Panjang Menuju Kesepakatan

Walaupun banyak pihak melihat momentum positif, Trump menyatakan bahwa pembahasan tidak mudah. Ia menilai ada kemajuan, tetapi masih ada detail yang sangat sensitif. Gedung Putih menyampaikan bahwa pembahasan lanjutan tidak akan berlangsung segera karena penjadwalan dan libur Thanksgiving di AS.

Pada akhirnya, negosiasi damai Ukraina-Rusia kini berada pada tahap yang lebih konstruktif dari fase sebelumnya. Namun, hasil final baru akan terlihat setelah Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat sepakat pada isi dokumen final.

Kesimpulan

Dengan dukungan Ukraina terhadap inti proposal revisi, tekanan Barat yang meningkat, dan negosiasi lanjutan antara AS dan Rusia, peluang menuju penyelesaian terbuka lebih lebar. Walaupun prosesnya belum selesai, perubahan nada diplomasi menunjukkan bahwa perang ini mungkin bergerak menuju babak baru.

Referensi:
Al Jazeera (2025). Ukraine says it supports “essence” of revised US peace plan as Trump claims progress.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

AS Kirim Dua Kapal Perang Lintasi Selat Hormuz, Trump: Kami Mulai Proses Pembersihan!

finnews.id – Dua kapal perang Amerika Serikat dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz....

Internasional

Israel Ngaku Kirim 10.800 Serangan Udara ke Iran Selama Perang Satu Bulan Lebih

radarpena.co.id – Militer Israel menyatakan telah melancarkan lebih dari 10.800 serangan udara...

Internasional

Trump Tegaskan Tak Perlu Rencana Cadangan Jelang Negosiasi AS–Iran di Pakistan

finnews.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pesan tegas menjelang pembicaraan...

Gawat! Kapal Tanker Pertamina Terjepit di Selat Hormuz, Dubes Iran Kasih Syarat Ketat Kalau Mau Lolos
Internasional

Kapal Tanker Pertamina Terjepit di Selat Hormuz, Dubes Iran Kasih Syarat Ketat Kalau Mau Lolos

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari jalur nadi minyak dunia, Selat Hormuz!...