Home News Komnas Peremuan Prihatin Kasus Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak RS di Papua: Negara Harus Tanggung Jawab!
News

Komnas Peremuan Prihatin Kasus Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak RS di Papua: Negara Harus Tanggung Jawab!

Bagikan
Komnas Perempuan
Komisioner Komnas Perempuan, Chatarina Pancer Istiyani.Foto:ANT
Bagikan

Finnews.id – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi meninggalnya seorang ibu hamil, Irene Sokoy, dan bayi yang dikandungnya setelah ditolak oleh empat rumah sakit (RS) di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. Komnas Perempuan menyayangkan ketiadaan pertolongan yang seharusnya diberikan dalam kondisi darurat medis.

Peristiwa pilu ini terjadi pada Senin, 17 November, di mana Irene Sokoy, warga Kampung Hobong, Distrik Sentani, meninggal dalam perjalanan bolak-balik menuju RSUD Dok II Jayapura setelah penolakan terjadi sejak pagi hari.

Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, menyebut penolakan empat RS itu sebagai tragedi memilukan.

Komisioner Komnas Perempuan, Chatarina Pancer Istiyani, mengaku prihatin dan menyayangkan kejadian itu.

“Kami turut prihatin sekali,” ujarnya, Rab 26 November 2025.

“Menyayangkan ketiadaan pertolongan kepada ibu hamil baik dari sisi dokter maupun peralatan,” sambungnya.

Dia menekankan bahwa insiden ini menggambarkan kelemahan sistem dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

Komnas Perempuan: SDM Belum Mampu Tangani Kedaruratan

Chatarina menilai bahwa ketiadaan pertolongan darurat ini mengindikasikan bahwa SDM di daerah tersebut belum mampu menangani kondisi kedaruratan medis ibu hamil.

Ia menegaskan tanggung jawab negara dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Kalau negara bisa menghadirkan dokter di situ, dokter kandungan yang mungkin dengan segala peralatannya tentu kan bisa mencegah kejadian seperti ini,” imbuhnya, menuntut adanya perbaikan serius pada fasilitas dan tenaga medis.

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, sebelumnya juga telah menyampaikan permohonan maaf dan dukacita.

Fakhiri menyatakan peristiwa tersebut menjadi “contoh kebobrokan pelayanan kesehatan” dan menganggapnya sebagai “kebodohan yang luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah.”

Respon Pemerintah: Presiden Prabowo Perintahkan Audit Total

Desakan Komnas Perempuan dan publik dijawab oleh langkah cepat pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, melaporkan kasus Irene Sokoy kepada Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian memerintahkan audit pelayanan kesehatan secara menyeluruh di Papua.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
News

Belum Selesai, Black Box ATR 42-500 Masih Dalam Pencarian

finnews.id – Tragedi kecelakaan pesawat IAT, ATR 42-500 di Sulawesi Selatan meninggalkan...

News

Banjir Bekasi Telan Nyawa Satu Orang Remaja Laki-laki

finnews.id – Musibah memilukan terjadi di Kabupaten Bekasi ketika seorang remaja laki-laki...

Penetapan status hukum Wali Kota Madiun Maidi
News

KPK Naikkan Kasus OTT Wali Kota Madiun ke Penyidikan, Status Hukum Maidi Segera Diumumkan

Finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat memproses hasil Operasi Tangkap...

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Januari 2026
News

Waspada! BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, NTT Berstatus Awas

Finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait...