finnews.id – Curacao mencatat sejarah luar biasa dengan menjadi negara terkecil lolos Piala Dunia 2026setelah bermain imbang melawan Jamaika di laga kualifikasi terakhir. Pulau Karibia ini memiliki populasi hanya sekitar 150.000 orang dan luas 171 mil persegi, lebih kecil dari banyak kota besar di dunia, namun berhasil menembus panggung sepak bola dunia. Keberhasilan ini memecahkan rekor Islandia pada Piala Dunia 2018.
Drama Pertandingan dan Keputusan VAR
Pertandingan berlangsung penuh ketegangan. Jamaika membutuhkan kemenangan untuk memastikan tiket Piala Dunia pertama sejak 1998, tetapi Curacao berhasil menahan imbang lawannya. Bahkan, penalti Jamaika di injury time dibatalkan oleh VAR, memastikan Curacao tetap lolos. Mantan pelatih Inggris, Steve McClaren, mengundurkan diri setelah kegagalan ini, menunjukkan betapa dramatisnya laga tersebut.
Peran Pelatih dan Strategi Tim
Pelatih Curacao, Dick Advocaat, yang tidak hadir langsung karena alasan pribadi, akan menjadi pelatih tertua di Piala Dunia 2026 pada usia 78 tahun. Rekor ini mengalahkan Otto Rehhagel ketika memimpin Yunani di 2010. Advocaat langsung menargetkan lolos ke Piala Dunia setelah penyelesaian sengketa antara pemain dan federasi sepak bola. Strategi dan pengalaman pelatih veteran ini terbukti meningkatkan performa tim secara signifikan.
Perjalanan Curacao Menuju Piala Dunia
Sepuluh tahun lalu, Curacao berada di peringkat 150 FIFA. Kini, posisi mereka naik ke peringkat 82 berkat kombinasi strategi pelatih dan bakat pemain muda. Format Piala Dunia 2026 yang diperluas menjadi 48 tim, serta kualifikasi otomatis bagi Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, memberi peluang besar bagi negara kecil. Curacao menjadi salah satu dari empat debutan, bersama Cape Verde, Uzbekistan, dan Yordania.
Inspirasi Pemain dan Kehangatan Keluarga
Gelandang Juninho Bacuna, mantan pemain Huddersfield, Rangers, dan Birmingham, menyebut pencapaian ini sebagai momen luar biasa. Ia menekankan bahwa beberapa tahun lalu, lolos ke Piala Dunia terasa mustahil. Keputusan bermain untuk Curacao sejak 2019 membawanya bermain bersama kakaknya, Leandro Bacuna, kapten tim nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman pribadi dan motivasi keluarga ikut mendorong keberhasilan tim.
Kekuatan Pemain dan Dukungan Pelatih
Dalam 10 laga kualifikasi, Curacao meraih tujuh kemenangan dan menyelesaikan kompetisi tanpa terkalahkan. VAR membatalkan penalti Jamaika di menit terakhir, memastikan tim kecil ini tetap melaju ke putaran final. Mayoritas pemain Curacao lahir di Belanda tetapi memiliki hubungan keluarga yang memungkinkan mereka bermain untuk negara ini. Nama-nama seperti Joshua Brenet, Ar’jany Martha, Sontje Hansen, dan Tahith Chong menjadi bagian dari skuad. Dengan dukungan pelatih berpengalaman seperti Advocaat, Curacao membuktikan bahwa mereka adalah negara terkecil lolos Piala Dunia.
Tantangan dan Harapan di Piala Dunia 2026
Kini, Curacao siap menghadapi tantangan Piala Dunia 2026 dengan semangat tinggi. Keberhasilan mereka menginspirasi negara kecil lain bahwa ukuran wilayah atau populasi bukan penghalang untuk meraih prestasi besar. Kombinasi pemain berbakat, pengalaman pelatih, dan semangat nasionalisme membuktikan bahwa sejarah baru selalu mungkin tercipta. Kesuksesan Curacao menjadi bukti nyata bahwa tim kecil bisa menorehkan prestasi besar dan membuka lembaran baru bagi sepak bola Karibia.
Referensi: BBC, FIFA, The Guardian, ESPN
- Curacao lolos Piala Dunia pertama
- Curacao Piala Dunia 2026
- debutan Piala Dunia 2026
- Dick Advocaat Piala Dunia
- Juninho Bacuna Curacao
- kualifikasi Piala Dunia CONCACAF
- negara kecil Piala Dunia
- negara terkecil lolos Piala Dunia
- pemain Curacao
- Piala Dunia 2026 sejarah
- prestasi sepak bola negara kecil
- sejarah Curacao sepak bola
- sepak bola Karibia
- tim Karibia Piala Dunia
- tim terkecil Piala Dunia