finnews.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di Tol Cikopo–Palimanan (Cipali). Insiden yang melibatkan tiga kendaraan besar di KM 72, Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, pada Selasa (18/11/2025) dini hari, menewaskan lima orang dan melukai 38 lainnya.
Salah satu korban selamat adalah Erna Sukmana Putri (40) beserta suami dan dua anaknya.
Mereka merupakan peserta Borobudur Marathon yang sedang dalam perjalanan pulang ketika bus yang mereka tumpangi terlibat tabrakan beruntun.
Keluarga Asal Tangerang Selamat, Dirawat Karena Luka Ringan
Erna dan keluarganya sedang menaiki Bus PO Agra Mas (B 7654 KGA) saat kecelakaan terjadi.
Mereka mengalami luka ringan dan kini menjalani perawatan di RS Abdul Radjak Purwakarta.
“Kami hanya mengalami luka ringan, tapi kondisi bus sangat parah,” ujar Erna yang masih terlihat shock.
Kondisi Korban di RS Abdul Radjak
Direktur RS Abdul Radjak Purwakarta, dr. Rizky Alberta, menyebutkan bahwa total 38 korban dibawa ke rumah sakit tersebut.
Rinciannya:
5 korban meninggal dunia di lokasi
3 luka berat (cedera kepala dan patah tulang)
30 luka sedang
Beberapa korban luka ringan telah dipulangkan
Tiga korban luka berat kini menjalani perawatan intensif.
Nama Korban Meninggal Dunia
Tiga korban tewas merupakan penumpang Gran Max, dan dua lainnya berasal dari Bus Agra Mas.
Daftar korban meninggal:
Anom Widodo (50) – Sopir Bus Agra Mas
Yasin (46) – Kernet Bus Agra Mas
Walianto P (39) – Penumpang Gran Max
Odi Tri (39) – Penumpang Gran Max
Ghuzen Fauzi (34) – Penumpang Gran Max.
Seluruh korban telah teridentifikasi dan mayoritas bukan warga Jawa Barat.
Kronologi Tabrakan Beruntun di Cipali
Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Muthia Khansa Nurwajiya, menjelaskan kronologi kecelakaan:
1. Bus Agra Mas Tabrak Bus Sinar Jaya
Bus Agra Mas yang melaju dari Cirebon menuju Jakarta menghantam bagian belakang Bus PO Sinar Jaya (B 7895 TGA).
2. Bus Sinar Jaya Kehilangan Kendali
Benturan membuat bus Sinar Jaya terdorong dan langsung menabrak Minibus Gran Max (B 2508 TFT) di depannya.
3. Dua Kendaraan Masuk Parit
Bus Sinar Jaya dan Gran Max terperosok ke parit di sisi tol, membuat proses evakuasi berlangsung sulit.
Total korban kecelakaan menurut Ditlantas Polda Jabar mencapai 44 orang.
Polisi Gunakan TAA dan 3D Scanner Ungkap Penyebab Kecelakaan
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, Kompol Amirul Hakim, menyatakan bahwa pihaknya menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) dan 3D Scanner untuk menelusuri penyebab kecelakaan.
“Olah TKP kami lakukan secara detail untuk mengetahui apakah faktor manusia atau teknis kendaraan yang menjadi penyebab,” ujarnya.
Rekaman CCTV dan keterangan saksi juga tengah dianalisis.
Proses Evakuasi Masih Berlangsung
Bus Sinar Jaya yang terperosok ke parit masih dalam proses evakuasi hingga siang hari.
Kondisi medan yang sulit membuat alat berat membutuhkan waktu lebih lama untuk menarik badan bus.