Home Entertainment Blake Lively Klaim Rugi hingga Rp2,6 Triliun Imbas Kampanye Fitnah saat Rilis Film It Ends With Us
Entertainment

Blake Lively Klaim Rugi hingga Rp2,6 Triliun Imbas Kampanye Fitnah saat Rilis Film It Ends With Us

Bagikan
Blake Lively klaim rugi Rp2,6 T
Bagikan

finnews.id – Hollywood kembali diguncang drama hukum besar. Kali ini, aktris dan produser terkenal, Blake Lively, mengklaim mengalami kerugian finansial hingga US$161 juta (sekitar Rp2,5 triliun) akibat kampanye fitnah yang ditujukan kepadanya saat perilisan film It Ends With Us.

Gugatan hukum ini dijadwalkan untuk disidangkan pada Maret 2026, di mana tim kuasa hukum Lively menuding sejumlah pihak, termasuk Justin Baldoni (sutradara sekaligus lawan main), produser Jamey Heath, kepala studio Steve Sarowitz, serta tim humas mereka, sebagai pihak yang melancarkan serangan daring.

Kampanye tersebut disebut sebagai balasan atas laporan pelecehan seksual yang diajukan Lively di lokasi syuting.

Kerugian Finansial dan Reputasi

Dalam dokumen pengadilan, tim Lively merinci bahwa aktris ini menderita kerugian signifikan dari berbagai sumber:

Pendapatan proyek akting dan kontrak: sekitar US$56 juta

Bisnis kecantikan Blake Brown: sekitar US$49 juta

Brand minuman Betty Buzz/Betty Booze: sekitar US$22 juta

Kerusakan reputasi publik: sekitar US$34 juta, tercatat dari lebih 65 juta unggahan negatif di media sosial

Total klaim kerugian mencapai US$161 juta, belum termasuk permintaan ganti rugi tambahan hingga tiga kali lipat dari jumlah tersebut.

Pengacara Lively, Gregory Doll dari Doll Amir Eley, menekankan bahwa angka ini masih bersifat sementara dan akan dibuktikan melalui kesaksian ahli di persidangan.

Menurutnya, “These are wish list numbers,” yang bertujuan untuk memberi tekanan agar pihak lawan mempertimbangkan penyelesaian damai.

Perseteruan Hukum Dua Arah

Drama hukum ini tidak hanya satu arah. Baldoni sebelumnya mengajukan gugatan terhadap Lively, menuduh kerugian US$400 juta akibat tuduhan palsu.

Namun, gugatan tersebut ditolak pengadilan pada Juni 2025, karena tuduhan tidak dapat dijadikan dasar tuntutan pencemaran nama baik dalam konteks hukum.

Dokumen pengungkapan Lively juga mencatat beberapa nama besar Hollywood yang mungkin memiliki informasi relevan, seperti Taylor Swift, Emily Blunt, Scooter Braun, Hugh Jackman, Gigi Hadid, Ari Emanuel, serta pejabat Sony Pictures, Tony Vinciquerra dan Tom Rothman. Namun, sebagian besar kemungkinan tidak akan bersaksi langsung di persidangan.

Bagikan
Artikel Terkait
Entertainment

MENCEKAM! Wisata ke Malang, Hotel Tugu bisa Jadi Pengalaman Baru

finnews.id – Berwisata ke Kota Malang, Jawa Timur tentunya kamu memiliki ingatan...

Entertainment

Grup Idol Kejutan Naungan LIVE, Nama Unik tapi Populer di Spotify

finnews.id – MeMeQ (ミミキュー) adalah sebuah girl group asal Tokyo, Jepang, yang...

Anya Geraldine kenang sosok Vidi Aldiano
Entertainment

Anya Geraldine Kehilangan Teman Curhat Terbaik: Vidi Aldiano Sosok Support System Nomor Satu

Finnews.id – Kepergian musisi berbakat Vidi Aldiano meninggalkan lubang besar di hati...

Yura Yunita mimpi haji Vidi Aldiano
Entertainment

Mimpi Haji Bersama Pupus, Yura Yunita Kenang Janji Terakhir dengan Vidi Aldiano

Finnews.id – Suasana duka menyelimuti Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir saat...