finnews.id – Kasus medis mengerikan terjadi di Garut, Jawa Barat, ketika seorang wanita mengalami rahim terlepas (copot) usai melahirkan dengan bantuan dukun beranak.
Kisah ini menjadi viral setelah dr Gia Pratama menceritakannya dalam podcast bersama Raditya Dika yang tayang di YouTube pada Kamis (6/11/2025).
Kronologi Kejadian Rahim Copot di Garut
Dalam cerita yang disampaikan dr Gia, peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya sedang bertugas di IGD RSUD Dokter Selamat Garut pada dini hari.
Sekitar pukul 02.00 WIB, seorang pria datang ke rumah sakit membawa kantong plastik hitam sambil meminta konsultasi.
“Dok, kalau ini apa?” tanya pria itu sambil menunjukkan kantong kresek hitam.
“Masya Allah, ini rahim,” ujar dr Gia terkejut, seperti dikutip dalam podcast Cerita dari Ruang IGD di kanal YouTube Raditya Dika.
Ternyata, isi kantong tersebut adalah rahim sang pasien wanita yang baru saja melahirkan dengan bantuan seorang dukun beranak yang dikenal dengan nama Pak Raji.
Dukun Beranak Diduga Tarik Tali Pusar Secara Paksa
Menurut dr Gia, kejadian bermula setelah bayi lahir, di mana plasenta seharusnya keluar secara alami dalam waktu sekitar 15–30 menit.
Namun, dukun beranak tersebut tidak sabar dan menarik tali pusar dengan paksa.
“Plasenta itu nempel ke rahim, harusnya sabar. Tapi si Pak Raji ini malah narik tali pusar, jadi rahimnya ikut turun. Karena dianggap aneh, malah ditarik lagi sampai copot,” jelas dr Gia.
Akibat tindakan itu, rahim pasien terlepas dari tubuh dan menyebabkan pendarahan hebat yang mengancam nyawanya.
Penanganan Darurat di Rumah Sakit
Pasien kemudian dilarikan ke IGD dalam kondisi kritis. Tim medis segera melakukan tindakan darurat untuk menghentikan pendarahan dan menyelamatkan nyawa pasien.
dr Gia menyebut, pasien beruntung masih bisa diselamatkan, meski mengalami trauma fisik dan emosional berat.
“Kondisinya parah, kehilangan banyak darah. Tapi alhamdulillah, setelah tindakan intensif, pasien bisa selamat,” kata dr Gia.
Apa Itu Rahim Copot (Prolaps Uteri)?
Dalam dunia medis, kondisi “rahim copot” disebut prolaps uteri, yaitu ketika rahim turun atau keluar dari posisi normalnya di panggul karena otot dan jaringan penopang melemah.
Beberapa penyebabnya meliputi:
Melahirkan normal berulang atau bayi berukuran besar
Usia lanjut dan penurunan hormon estrogen
Sering mengangkat beban berat
Sembelit kronis atau batuk lama
Faktor genetik (jaringan panggul lemah sejak lahir)
Podcast Viral dr Gia & Raditya Dika Banjir Komentar Netizen
Video podcast Raditya Dika bersama dr Gia Pratama dengan judul Cerita dari Ruang IGD langsung viral di berbagai platform.
Netizen mengaku merinding dan prihatin, sekaligus mengingatkan pentingnya melahirkan di fasilitas kesehatan resmi.
“Ngeri banget dengarnya, jangan pernah melahirkan di dukun beranak,” tulis salah satu komentar di YouTube.
Pesan dr Gia Pratama: “Jangan Ambil Risiko, Percayakan Pada Tenaga Medis”
dr Gia menegaskan, kasus seperti ini bisa dicegah jika masyarakat tidak lagi mempercayakan proses persalinan pada dukun beranak.
Ia mengimbau para calon ibu untuk selalu memeriksakan kehamilan ke bidan atau dokter kandungan.
“Kalau melahirkan, tolong ke rumah sakit atau bidan. Jangan karena tradisi, nyawa ibu dan anak jadi taruhannya,” pesan dr Gia.
Pelajaran dari Kasus Rahim Copot di Garut
Peristiwa mengerikan ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat tentang bahaya melahirkan tanpa bantuan tenaga medis profesional.
Kasus ini juga membuka mata publik tentang pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan akses layanan persalinan aman di seluruh wilayah Indonesia.