Home Internasional Pencabutan Gelar Pangeran di Inggris Terakhir Terjadi Seabad Lalu, Kini Terulang Kembali
Internasional

Pencabutan Gelar Pangeran di Inggris Terakhir Terjadi Seabad Lalu, Kini Terulang Kembali

Bagikan
Pencabutan gelar Prince Andrew
Pencabutan gelar Prince Andrew, Image: Balichaca / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Pencabutan gelar Prince Andrew menjadi sorotan publik karena jarang terjadi dalam sejarah keluarga kerajaan Inggris. Fenomena ini terakhir tercatat seabad lalu pada Ernest Augustus, Duke of Cumberland, yang kehilangan gelarnya setelah Perang Dunia I. Kini, sejarah kembali mencatat peristiwa serupa dengan Prince Andrew, yang resmi dicabut gelarnya. Kejadian ini menunjukkan bahwa gelar pangeran tidak selalu melindungi anggota kerajaan dari konsekuensi hukum dan opini publik.

Latar Belakang Pencabutan Gelar Prince Andrew

Pencabutan gelar Prince Andrew terjadi di tengah kontroversi hukum dan sorotan media internasional. Sebagai anak kedua Ratu Elizabeth II, Prince Andrew sempat menjadi figur penting dalam keluarga kerajaan, tetapi tuduhan hukum dan tekanan publik membuat posisinya dipertanyakan. Pemerintah dan penasihat kerajaan memutuskan untuk mencabut gelar Prince Andrew agar tanggung jawab pribadi tidak mencemari reputasi institusi kerajaan.

Sejarah Inggris menunjukkan bahwa pencabutan gelar pangeran hampir tidak pernah terjadi. Ernest Augustus menjadi kasus terakhir yang tercatat secara resmi karena mendukung Jerman selama Perang Dunia I. Parlemen Inggris sampai mengesahkan Titles Deprivation Act 1917 untuk memberi dasar hukum pencabutan gelar. Dengan demikian, pencabutan gelar Prince Andrew menjadi peristiwa langka dan menegaskan bahwa anggota kerajaan tetap berada di bawah pengawasan hukum dan publik.

Proses Pencabutan Gelar

Proses pencabutan gelar Prince Andrew dilakukan secara resmi melalui penasihat kerajaan dan pemerintah. Keputusan diumumkan ke publik untuk menegaskan bahwa anggota kerajaan tidak kebal terhadap tekanan hukum dan opini publik. Proses ini mempertimbangkan reputasi keluarga kerajaan serta dampak jangka panjang terhadap institusi.

Tindakan tegas ini juga menekankan pentingnya transparansi dalam urusan kerajaan modern. Publik dapat melihat bahwa tindakan merugikan institusi akan berdampak langsung pada gelar dan posisi resmi. Hal ini menjadi pelajaran bagi generasi muda anggota kerajaan tentang tanggung jawab dan akuntabilitas.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Ekspor Korsel Tumbuh 48 Persen pada April, Ditopang Lonjakan Industri Chip

finnews.id – Sektor perdagangan global kembali menunjukkan gairah yang luar biasa. Ekspor...

Internasional

Investasi Jumbo Dimulai: Jepang Teken Pinjaman Perdana USD2,2 Miliar untuk Proyek di AS

finnews.id – Jepang secara resmi menandatangani perjanjian pinjaman senilai $2,2 miliar untuk...

Internasional

Cuma Modal Review Barang! Pekerja Konstruksi Ini Raup USD10 Ribu per Bulan dari Amazon Influencer

finnews.id – Pernah terpikir tidak kalau modal ulasan produk saja bisa bikin...

Internasional

Harga Minyak Dunia Meroket! Trump Lanjutkan Blokade Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

finnews.id – Harga minyak mentah kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Rabu ini....