finnews.id – Seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan meninggal dunia, usai terlindas oleh kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob Polri.
Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah kerumunan massa, serta videonya telah menyebar luas di media sosial, memicu reaksi publik yang cukup besar.
Dalam rekaman video yang beredar, kendaraan lapis baja itu terlihat melaju dengan kecepatan tinggi di antara kerumunan pendemo.
Nahas seorang pria yang menggunakan jaket ojol tertabrak hingga terlindas, namun bukannya berhenti, mobil tersebut justru tetap melanjutkan perjalanan.
Rantis yang digunakan aparat dalam kejadian ini diduga kuat adalah Rimueng, salah satu kendaraan tempur yang dirancang untuk berbagai misi keamanan.
Rimueng, Si Harimau Berlapis Baja
Mobil Rantis Rimueng yang dalam bahasa Aceh berarti harimau, merupakan kendaraan taktis multifungsi yang biasa digunakan untuk pengamanan aksi massa, patroli jarak jauh, hingga misi tempur konvensional.
Mobil tempur ini sudah beberapa kali digunakan oleh satuan Brimob, tentunya dalam berbagai penugasan strategis di lapangan.
Dibekali dengan bodi baja atau full body armor, Rimueng dirancang tahan terhadap serangan dan cocok digunakan di medan ekstrem, termasuk jalanan berbatu dan tanjakan curam hingga 60 derajat.
Spesifikasi Gahar Rantis Rimueng
Panjang kendaraan rantis baja ini 5,33 meter, dengan Kapasitas angkut, 4 orang di dalam kabin dan 8 personel di sisi luar via footstep kanan dan kiri.
Dengan Mesin: 3.200 cc, mobil ini mempunyai kecepatan maksimum: 100 km/jam di medan kota, Kaca anti peluru Ketebalan standar NIJ level 3.
Tidak hanya itu, mobil rantis baja ini juga dilengkapi dengan Persenjataan Mounting senapan serbu, Dua pelontar gas air mata kaliber 38 mm.
Tak heran jika kendaraan Brimob ini disebut-sebut sebagai salah satu monster baja andalan aparat, dalam menghadapi situasi krusial.
Pertanyaan Publik, Siapa Bertanggung Jawab?
Meski kendaraan ini dibeli dari uang negara dengan spesifikasi canggih, publik kini menyoroti penggunaannya yang berujung korban jiwa.
Banyak pihak mendesak agar kejadian ini diselidiki secara terbuka dan transparan, nampak tagar #JusticeForOjol pun sempat meramaikan media sosial.