Home Lifestyle Normal atau Tidak? Inilah Penyebab Keputihan pada Wanita
Lifestyle

Normal atau Tidak? Inilah Penyebab Keputihan pada Wanita

Bagikan
Penyebab Keputihan pada Wanita
Penyebab Keputihan pada Wanita.Foto: Freepik
Bagikan

finnews.id – Penyebab keputihan pada wanita kerap menjadi pertanyaan yang menimbulkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran. Hampir semua wanita pernah mengalaminya, bahkan tidak sedikit yang menghadapi keputihan hampir setiap hari. Wajar jika kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional.

Pada dasarnya, keputihan adalah mekanisme alami tubuh untuk menjaga kebersihan serta kelembapan area kewanitaan. Cairan ini membantu melindungi vagina dari ancaman infeksi. Meski begitu, ada banyak faktor yang bisa membuat produksi cairan meningkat. Untuk memahami lebih jauh, berikut beberapa penyebab yang sering terjadi:

1. Infeksi Jamur

Salah satu penyebab paling umum dari keputihan berlebih adalah infeksi jamur, terutama Candida albicans. Ciri khasnya adalah cairan berwarna putih pekat menyerupai susu, disertai rasa gatal, perih, atau panas di area vagina. Kondisi ini perlu perhatian medis agar tidak berulang.

2. Masa Ovulasi

Menjelang masa subur, tubuh wanita memproduksi cairan bening yang lebih banyak. Cairan ini bertekstur licin, elastis, dan berfungsi mendukung pergerakan sperma. Setelah masa ovulasi berlalu, jumlah cairan biasanya menurun dan teksturnya berubah lebih kental. Keputihan ini termasuk keputihan normal.

3. Perubahan Hormon

Faktor hormonal sangat berperan dalam produksi keputihan. Saat menstruasi, hamil, menyusui, atau memasuki menopause, wanita sering mengalami fluktuasi hormon yang memengaruhi jumlah cairan yang keluar. Umumnya, keputihan ini masih dianggap normal.

4. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Berbeda dengan keputihan normal, cairan akibat IMS biasanya berbau tajam, berwarna kehijauan atau kekuningan, bahkan bercampur darah. Gejalanya sering disertai nyeri perut bawah dan rasa sakit saat berhubungan intim. Beberapa penyakit yang bisa menimbulkan gejala ini antara lain klamidia dan gonore.

5. Kehamilan

Selama masa kehamilan, tubuh wanita mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah meningkatnya aliran darah ke rahim dan perubahan hormon yang membuat cairan vagina keluar lebih banyak. Keputihan saat hamil sebenarnya bermanfaat untuk melindungi rahim dari infeksi dan menjaga area kewanitaan tetap lembap.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Menikah siri Tanpa Sepengetahuan Istri Pertama, Apakah Sah menurut Agama dan Negara?

finnews.id – Pernikahan siri kembali ramai diperbincangkan karena banyak kasus suami yang...

Lifestyle

Orang tua Disarankan untuk Bekali Anak dengan Literasi Digital

finnews.id – Psikolog klinis Phoebe Ramadina, M.Psi., Psikolog mengingatkan pentingnya orangtua membekali...

BPJS tanggung biaya cuci darah
Lifestyle

CUCI DARAH MAHAL? Tenang, BPJS Tanggung Sampai Ratusan Juta Rupiah

Finnews.id – Banyak pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah berkali-kali...

Kanker Prostat Bisa Serang Anak Muda
Lifestyle

JANGAN ANGGAP REMEH! Kanker Prostat Bisa Serang Anak Muda, Kenali Faktor Risiko & Gejalanya

Finnews.id – Kanker prostat, yang selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang...