Siapa yang dimaksud ”kita”? Seluruh rakyat?

Bahwa kita rela berkorban bisa digerakkan. Pun bahwa kita punya keberanian –kita pemberani. Tapi bahwa kita sudah punya kekuatan saya berpikir agak panjang: kekuatan apa yang telah kita punya yang bisa kita pakai melawan?

Kekuatan terbaik tentunya adalah kekuatan tekad untuk mau memperbaiki diri. Dalam hal ini perbaikan tata kelola Bursa Efek Indonesia.

Yang paling dipersoalkan MSCI adalah itu: transparansi di BEI –agar tidak ada investor saham yang tertipu. Juga soal penegakan hukum di sana: jangan sampai perusahaan yang go public melanggar aturan tapi tidak dilakukan tindakan. Termasuk soal perlunya lebih banyak saham yang diperdagangkan di lantai bursa. Jangan sampai terlalu kecil saham yang dilepas ke publik –itu pun diam-diam dibeli sendiri oleh pemiliknya lewat proksi.

Intinya MSCI menginginkan jangan sampai pembeli saham tertipu oleh trik para emiten. Juga jangan sampai pembeli saham mendapat harga tidak wajar akibat saham tersebut terlalu banyak digoreng.

MSCI itu lembaga bisnis. Perusahaan yang sudah go public di bursa saham New York.

Bisnis MSCI kian bagus kalau analisis sahamnya tepat. Bisa dipercaya. Dengan demikian para pembeli saham tidak perlu menganalisis sendiri mana saham yang baik dan mana yang buruk. Cukup memercayai analisis MSCI.

Pembeli saham di Amerika tidak kenal Indonesia. Juga tidak mau repot. Mereka cukup bertumpu pada MSCI. Karena itu MSCI marah kalau ada bursa efek di suatu negara tidak jujur –yang membuat analisisnya meleset. Kalau terlalu sering meleset banyak yang tidak mau pakai jasa MSCI.

Tentu soal MSCI hanya satu bagian kecil isi pidato. Masih banyak bagian lain yang menarik. Misalnya soal reshuffle kabinet.

Dari pidato ulang tahun itu terbaca bahwa reshuffle besar-besaran tidak akan terjadi. Presiden mengibaratkan permainan sepak bola. “Sekarang ini belum –presiden seperti kesulitan mengingat istilah ‘turun minum’ di pertandingan sepak bola– apa itu namanya…. half time”.

Lalu Presiden menyebut tamsil yang terasa jenaka: pemain cadangan. Ini juga diambil dari istilah sepak bola. Sekarang ini, kata presiden, memang banyak pemain cadangan yang tidak sabar menunggu kapan mulai diturunkan ke lapangan.