finnews.id — Qualcomm memberikan klarifikasi tegas untuk membantah rumor yang menyebutkan bahwa prosesor flagship teranyarnya, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, mengalami masalah suhu panas berlebih (overheating). Isu miring tersebut sebelumnya dikabarkan memicu penurunan performa pada calon ponsel premium Samsung Galaxy S27 Ultra.

Mengutip laporan GSM Arena pada Sabtu (17/10), rumor ini bermula dari publikasi salah satu media asal Korea Selatan. Laporan itu mengeklaim bahwa Samsung mempertimbangkan untuk beralih menggunakan cip buatan sendiri, Exynos 2700, pada lini Galaxy S27 Ultra yang dijadwalkan meluncur tahun depan.

Langkah tersebut kabarnya dipertimbangkan setelah pengujian internal menunjukkan cip Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengalami peningkatan suhu secara berlebihan saat beroperasi, sementara Exynos 2700 diklaim mencatatkan performa termal yang lebih stabil.

Menanggapi isu yang telanjur beredar luas di tengah publik, pihak Qualcomm langsung merilis pernyataan resmi melalui platform X untuk meluruskan informasi yang dinilai tidak akurat.

Qualcomm memastikan bahwa kabar mengenai gangguan termal pada prosesor terbarunya sama sekali tidak benar. Pihaknya menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi performa kelas atas bagi para pengguna global.

“Laporan terbaru mengenai masalah termal pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 adalah tidak akurat. Kami bangga atas inovasi dan momentum kuat di balik platform flagship generasi baru kami, serta terus bekerja sama secara erat dengan para OEM global untuk menghadirkan pengalaman pengguna kelas premium,” tegas pihak Qualcomm.

Lebih lanjut, Qualcomm menjelaskan bahwa tidak ada kendala signifikan terkait suhu pada cip tersebut. Perusahaan menduga laporan pengujian internal yang dilakukan oleh pihak produsen ponsel kurang tepat atau menyesatkan.

Setiap pabrikan perangkat seluler biasanya memiliki metode penyesuaian (tuning) tersendiri guna menyeimbangkan tingkat performa dan konsumsi daya yang disesuaikan dengan desain perangkat masing-masing.