finnews.id — Penggunaan kuota data seluler di perangkat iPhone sering kali habis lebih cepat dari yang diperkirakan. Aktivitas aplikasi di latar belakang (background apps), pemutaran video otomatis, hingga pembaruan sistem secara berkala menjadi penyebab utama borosnya kuota internet.

Kondisi tersebut tentu menyulitkan bagi pengguna yang mengandalkan paket data terbatas, sedang bepergian ke luar negeri, maupun yang sering membagikan koneksi internet (tethering).

Pengguna iPhone sebenarnya tidak perlu mematikan koneksi seluler untuk menghemat kuota. Cukup dengan menyesuaikan beberapa pengaturan pada sistem operasi iOS, penggunaan data seluler dapat terkontrol dengan optimal tanpa mengganggu fungsi-fungsi vital ponsel.

Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan untuk menghemat kuota data seluler di iPhone:

1. Aktifkan Fitur Mode Data Rendah (Low Data Mode)
Langkah paling praktis untuk membatasi aktivitas latar belakang yang menyedot kuota adalah dengan mengaktifkan fitur Mode Data Rendah (Low Data Mode).

Pengguna cukup mengakses menu Pengaturan (Settings) → Seluler (Cellular) → Opsi Data Seluler (Cellular Data Options), lalu aktifkan mode tersebut pada kartu SIM yang digunakan.

Saat fitur ini aktif, iOS secara otomatis memangkas frekuensi pembaruan konten aplikasi, menghentikan unduhan otomatis, serta menunda proses pencadangan (backup) data melalui jaringan seluler.

Jika pengguna hanya ingin membatasi pembaruan aplikasi tertentu, pengguna dapat masuk ke menu Pengaturan → Umum (General) → Segarkan Aplikasi di Latar Belakang (Background App Refresh), lalu mengubah opsinya menjadi hanya via Wi-Fi.

2. Evaluasi Penggunaan Data Masing-Masing Aplikasi
Pengguna disarankan untuk rutin memeriksa konsumsi kuota tiap aplikasi melalui menu Pengaturan → Seluler. Di halaman tersebut, sistem menampilkan statistik penggunaan data seluler secara rinci untuk setiap aplikasi.

Matikan akses data seluler pada aplikasi yang jarang digunakan atau tidak membutuhkan koneksi internet saat berada di luar rumah. Aplikasi media sosial dan pemutar video menjadi prioritas utama untuk dievaluasi, sementara aplikasi peta navigasi serta pesan instan dapat tetap diaktifkan.