Kalau seaplane benar-benar bisa mengambil alih hubungan turis Bali–Lombok slot di bandara Bali bisa diberikan lebih banyak ke pesawat dari luar negeri. Masih banyak maskapai dari negara lain yang minta slot mendarat di Bali –terpaksa ditolak. Padahal kalau diterima jumlah turis ke Bali akan meningkat –dan sebagiannya akan ke Lombok.
Anda juga sudah tahu: meski beda ukuran, pesawat besar dan kecil itu sama dalam hal penggunaan waktu take off dan landing. Maka, pada dasarnya, bandara super sibuk seperti Ngurah Rai tidak ingin melayani pesawat-pesawat kecil.
Beda dengan bandara Cengkareng Jakarta: punya dua landasan. Bahkan sudah ada ide membangun landasan ketiga. Pendek saja. Khusus untuk pesawat kecil.
Kalau pun Cengkareng penuh masih punya pilihan lain: bandara Halim Perdanakusuma. Bahkan pesawat-pesawat kecil bisa dialihkan ke bandara kecil di Pondok Cabe.
Sedang bandara Ngurah Rai? Itu satu-satunya di Bali. Landasannya pun hanya satu. Tidak mungkin lagi membangun landasan kedua. Tidak ada lahannya. Jarak landasan satu dan landasan kedua harus 1 km. Itu mustahil dibangun di Ngurah Rai. Dipaksakan pun tidak bisa. Bali bisa ”hancur”, terutama pantai Kutanya. Pokoknya mustahil membangun landasan kedua di Ngurah Rai.
Mengalihkan sebagian slot pesawat kecil ke seaplane adalah ide yang sangat baik. Tentu tidak bisa semuanya. Masih harus ada penerbangan pesawat kecil Bali-Bima. Atau Bali Sumbawa Besar.
Pemerintah sendiri punya program membangun bandara baru di sekitar Singaraja. Di Bali utara. Problemnya: itu terlalu jauh. Jalan dari dan menuju ke sana penuh dengan gunung dan perbukitan. Membangun bandara di Singaraja memang tidak sulit tapi menjadi mahal karena harus sekaligus membangun jalan tol ke arah Sanur, Kuta dan Nusa Dua.
Maka seaplane untuk menghubungkan Bali-Lombok adalah ide yang istimewa. Itu menjadi salah satu cara untuk mengurangi kepadatan landasan di Ngurah Rai.
Kalau seaplane yang dimaksud gubernur NTB itu dari Kanada saya bisa menebak: mungkin menggunakan seaplane Twin Otter. Di Kanada yang paling terkenal adalah de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter. Bisa 19 penumpang. Dua baling-baling.