Fenomena perbedaan kapasitas baterai antara pasar domestik dan global sebenarnya bukan strategi baru bagi Xiaomi. Pada generasi pendahulunya, Xiaomi 17 versi China mengusung baterai 7.000 mAh, sementara versi globalnya dipangkas menjadi 6.330 mAh. Langkah serupa juga terjadi pada model Xiaomi 17 Ultra yang turun dari 6.800 mAh di China menjadi 6.000 mAh untuk pasar internasional.
Keputusan memangkas kapasitas baterai ini diduga kuat berkaitan dengan regulasi pengiriman dan logistik baterai lithium-ion di berbagai negara, terutama kawasan Eropa, yang membatasi ambang batas energi pada satu sel baterai tunggal.
Walaupun produsen bisa menyiasatinya dengan menerapkan desain baterai dua sel (dual-cell) guna mendongkrak kapasitas sekaligus mematuhi regulasi, metode tersebut otomatis akan menambah ketebalan bodi, bobot, hingga kerumitan proses produksi ponsel.
Hingga kini, manajemen Xiaomi sudah mengonfirmasi rencana peluncuran global lini Xiaomi 18 Pro pada tahun ini. Kendati demikian, perusahaan asal Tiongkok tersebut masih bungkam mengenai jadwal rilis resmi, kisaran harga, maupun daftar negara gelombang pertama yang akan kebagian perangkat tersebut.