finnews.id – Kabar kurang menyenangkan datang bagi para penggemar teknologi global yang menantikan kehadiran lini ponsel flagship terbaru dari Xiaomi. Seri Xiaomi 18 Pro yang dipasarkan secara internasional dipastikan mengusung kapasitas baterai yang lebih kecil apabila disandingkan dengan model yang rilis di Tiongkok.

Berdasarkan laporan dari Gizmochina, Jumat (25/9/2026), informasi tersebut pertama kali diungkap oleh seorang pembocor perangkat lunak ternama, Kacper Skrzypek. Ia menemukan detail spesifikasi baterai tersebut melalui bedah kode sistem operasi HyperOS untuk varian global Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max.

Sebagai catatan, Xiaomi sebelumnya baru saja meluncurkan duo Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max di pasaran China pada 23 September lalu. Untuk konsumen domestik Tiongkok, kedua ponsel tersebut masing-masing dibekali baterai jumbo berkapasitas 7.000 mAh dan 8.500 mAh.

Namun, temuan kode dari Skrzypek menunjukkan bahwa Xiaomi 18 Pro versi global dengan nomor model 2609BPN61G hanya mengantongi baterai 6.000 mAh. Angka tersebut terpaut sekitar 14 persen lebih kecil daripada versi lokal China.

Penurunan kapasitas yang lebih signifikan turut menimpa Xiaomi 18 Pro Max versi global dengan nomor model 2611FPNFAG. Perangkat ini tercatat hanya membawa daya baterai 7.050 mAh, atau menyusut sekitar 17 persen dari kapasitas baterai versi China yang menembus 8.500 mAh.

 

 

Dukungan Pengisian Daya dan Alasan Perbedaan Kapasitas

Kendati kapasitas dayanya mengalami pemangkasan, sektor kecepatan pengisian daya pada seri global ini diprediksi masih mempertahankan spesifikasi yang serupa dengan model Tiongkok, yakni berkisar di angka maksimal 90W hingga 100W.

Meski demikian, pihak Xiaomi belum membongkar rincian lengkap mengenai kemampuan pengisian daya nirkabel (wireless charging) serta pengisian balik (reverse charging) untuk varian global tersebut. Sebagai perbandingan, model di China sendiri sudah mendukung pengisian nirkabel hingga 50W serta reverse charging 27W.