Oleh: Dahlan Iskan
Apa boleh buat: Bank Indonesia pun harus mendatangkan cabai dari Probolinggo, Jawa Timur. Dua ton. Dikirim ke Manado: lagi ada ”krisis” cabai di sana.
Apa urusan cabai dengan Bank Indonesia? Karena harga cabai di Manado sudah mencoreng wajah inflasi di daerah itu. Bank Indonesia sangat sensitif terhadap inflasi. Menjaga inflasi adalah salah satu tugas pokoknya. Secara nasional inflasi masih baik: di bawah 3 persen. Tapi inflasi nasional adalah kumpulan inflasi dari daerah-daerah: harga cabai di Manado sudah melewati Rp150.000/kg –dari normalnya Rp25.000/kg.
Apakah orang Manado mau diajak mengurangi makan pedas? Tidak mungkin. Di sana hanya ada dua jenis makanan: pedas sekali atau sangat pedas. Pun bubur Manado; paling enak dimakan dengan cabai.
Pastilah orang Manado yang paling gembira ketika menerima hasil penelitian bahwa cabai mengandung vitamin C sangat tinggi. Saran serius saya: biar pun kandungan vitamin C-nya tinggi tetaplah jangan bikin jus cabai.
Bank Indonesia sangat ketat dalam mengendalikan inflasi. Termasuk Bank Indonesia kantor perwakilan Sulawesi Utara. Di tiap daerah ada tim pengendalian inflasi. Pimpinannya kepala daerah. Bank Indonesia jadi unsur penting di dalamnya. El Nino sudah membuat Manado krisis cabai. Hasil panennya menurun drastis. Padahal makan cabai yang paling enak adalah kalau cabainya segar. Ada pedas dan harumnya.
Hanya waktu bikin bumbu Bali yang sebaiknya pakai cabai merah kering –kalau tidak salah. Maka teori agar di saat panen raya, cabai yang melimpah dikeringkan sulit diterima lidah Manado. Pun kalau dibuat tepung cabai. Akibatnya tetap saja di saat panen raya harga cabai jatuh. Sedang di saat musim El Nino bubuk cabai tetap tidak laku.
Saya diminta ikut mendengarkan paparan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto mengenai hasil survei kinerja ekonomi di daerah itu pekan lalu. Hasilnya: semua aspek ekonomi di Sulut stabil –kecuali inflasi karena harga cabai yang meroket. Tapi itu mudah diatasi: datangkan saja cabai dari Jatim. Lewat kapal. Bank Indonesia memang punya anggaran untuk itu: anggaran pengendalian inflasi.