Itulah kelebihan bahasa Arab. Bahasa sekaligus keyakinan.
Di Tarim, Yaman, saya kali pertama melihat buku yang bisa dibaca dari kiri, dari kanan, dari atas, dari bawah yang masing-masing menjadi sebuah buku yang berbeda topiknya.
Rasanya hanya bahasa Arab yang bisa dibuat begitu. Atau, karena bahasa Arab terkait dengan keyakinan, maka orang-orang yang mendalami bahasa Arab bisa sangat dalam.
Kalau dalam penguasaan bahasa Mandarin ada istilah ”di atas langit masih ada langit”, dalam bahasa Arab harusnya ada pepatah ”di kedalaman palung masih ada palung yang lebih dalam”.
Entahlah di mana posisi Bahasa Inggris dan Indonesia. (Dahlan Iskan)