Menurut Nixon, tenor yang lebih panjang berpotensi menekan cicilan dan memperluas kelompok masyarakat yang dapat mengakses KPR. Dengan skema tersebut, Nixon memperkirakan angsuran dapat berada pada kisaran Rp700.000 hingga Rp800.000 per bulan.

“Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp700.000–Rp800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya,” kata Nixon.

Menurut Nixon, strategi meningkatkan keterjangkauan juga perlu mempertimbangkan perkembangan kemampuan finansial masyarakat. Tenor yang lebih panjang dan beban bunga yang lebih ringan pada periode awal dapat memberikan ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai memiliki rumah lebih awal.

“Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan. Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu tiga, empat, sampai lima tahun,” jelas Nixon.

Selain pembiayaan, BTN mendorong pengembangan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik sebagai alternatif bagi masyarakat perkotaan. Salah satunya melalui pengembangan Hunian Manggarai bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI). Konsep Transit Oriented Development (TOD) tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menekan biaya mobilitas sekaligus memperoleh hunian yang terkoneksi dengan pusat aktivitas.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai, DHE menjadi wadah kolaborasi untuk mempertemukan berbagai unsur ekosistem perumahan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap hunian, tetapi juga mendorong transaksi, penyerapan rumah, serta memberikan efek berganda bagi perekonomian.

“Danantara Housing Expo bukan hanya sebagai tempat untuk menawarkan rumah, tetapi juga sebagai platform yang menyatukan pembeli rumah, pengembang, bank, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” kata Maruarar.