Tentu awalnya sangat bersedih. Begitu tinggi keinginan punya anak. Begitu dikabulkan dua-duanya lahir buta. “Akhirnya kami menerima apa yang Tuhan berikan,” katanya.
Dokter Aucky adalah alumnus SMA St Louis yang kemudian kuliah kedokteran di Universitas Airlangga. Ia mendalami bayi tabung di Belgia. Di sanalah kali pertama Aucky mempraktikkan bayi tabung. “Yang pertama gagal. Yang kedua gagal. Yang ketiga juga gagal. Baru yang keempat berhasil,” katanya.
—
Aucky punya dua anak: perempuan dan laki-laki. Yang perempuan menjadi dokter ahli kandungan di Amerika. Dia lulusan McGill, Montreal, Kanada. Sedang yang laki-laki menjadi ahli laboratorium bayi tabung dan ikut terjun di Ferina –Fertilitas Indonesia.
”Anak-anak mahal” itu tentu tidak terasa mahal lagi kalau kelak hidup mereka sukses –punya penghasilan jauh lebih tinggi dari orang tua mereka. Mahal dan murah kadang bisa menjadi murah dan mahal. (Dahlan Iskan)